Tutup Latihan Puncak TNI AD, Pangkostrad: Kita Butuh Prajurit Adaptif, Inovatif dan Menguasai Teknologi

Jakarta, IDM – Panglima Kostrad Letjen TNI Mohamad Hasan menutup latihan antarkecabangan batalyon tim pertempuran (YTP) Yonif Mekanis 411 Kostrad di Situbondo, Jawa Timur, Selasa (10/12).
Pangkostrad, dalam arahannya menyampaikan terima kasih atas kerja sama selama pelaksanaan latihan yang dinilai cukup baik dan berjalan aman.
Baca Juga: TNI Hapus Simbol-simbol Terkait Gerakan Separatis di Papua
“Saya bangga melihat pelaksanaan latihan ini, karena kalian telah membuktikan profesionalisme, kemampuan dan semangat yang sangat tinggi dalam melaksanakan latihan dalam waktu beberapa minggu ini. Saya selalu memantau bahwa mulai dari Latihan Posko hingga yang saya lihat hari ini kalian telah melaksanakan latihan dengan sangat baik,” kata Pangkostrad dalam rilis yang diterima Rabu (11/12).
Latihan ini, lanjutnya, adalah latihan terbaik yang dilaksanakan oleh Kostrad. Nantinya latihan ini akan ditampilkan dan dilihat oleh para Komandan Satuan untuk dijadikan percontohan satuan jajaran lain TNI AD.
Selain itu, Pangkostrad juga mengatakan jika nantinya latihan ini juga akan menjadi tolok ukur yang akan diaplikasikan di medan operasi.
Menurutnya, tantangan operasi militer ke depan akan semakin komplek, sehingga diperlukan prajurit yang adaptif, inovatif dan menguasai teknologi. Karena dengan kolaborasi antar kecabangan dan penguasaan teknologi adalah faktor utama keberhasilan sebuah tugas.
Baca Juga: KRI Bung Karno dan Kapal Perang India Patroli di Perbatasan Sabang
“Kita sebagai prajurit TNI AD khususnya Kostrad dengan semua satuan perkuatannya harus terus berlatih, berinovasi dan bersinergi agar selalu siap menjadi garda terdepan dalam menjaga kedaulatan bangsa,” ujar Pangkostrad.
Latihan Antar Kecabangan YTP 411 Kostrad yang dilaksanakan di Bondowoso dan Situbondo mulai tanggal 24 November sampai 10 Desember 2024 ini melibatkan sebanyak 1.196 personel ini diikuti dari berbagai kecabangan, di antaranya kecabangan Infanteri, Kavaleri, Armed, Arhanud, Zeni, Komunikasi dan Elektronika, Penerbad, Ajen, Bekang, Hukum, Keuangan dan Polisi Militer serta fungsi Penerangan. (nhn)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































