HANKAM

Tutup Latihan Pembentukan Taipur XII, Panglima Kostrad: Jaga Militansi

Mohammad Fadjar
Panglima Kostrad, Letjen Mohammad Fadjar, saat menutup latihan pembentukan Taipur XII Kostrad di Jatiluhur. (Foto: Dok. Penkostrad)

Jakarta, IDM – Latihan pembentukan pasukan Intai Tempur atau Taipur yang diambil prajurit terpilih Kostrad merupakan salah satu tahapan krusial. Para prajurit Taipur dibekali dengan kemampuan khusus, ketangguhan fisik dan mental, serta kesiapan tinggi dalam menghadapi berbagai tantangan operasi dan dinamika lingkungan strategis (lingstra).

Hal tersebut disampaikan Panglima Kostrad, Letjen TNI Mohammad Fadjar, saat menutup latihan pembentukan Taipur XII Kostrad TA 2026 di Menlatpur Kostrad, Jatiluhur, Jawa Barat, Senin (14/9).

Fadjar mengatakan, keberhasilan menyelesaikan latihan menjadi awal dari tanggung jawab yang lebih besar. Untuk itu, prajurit Taipur dituntut agar terus memelihara, mengembangkan dan meningkatkan kemampuan.

Baca Juga: Termasuk Kapal Induk Garibaldi, 102 KRI akan Sailing Pass dalam Peringatan HUT ke-81 TNI di Teluk Jakarta

“Keberhasilan ini bukanlah akhir, melainkan awal dari tanggung jawab yang lebih besar. Prajurit Taipur merupakan kebanggaan Kostrad yang harus senantiasa siap ditugaskan kapan pun dan di mana pun,” tegas Fadjar.

Prajurit Taipur merupakan salah satu pasukan elite di bawah Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Kostrad) dengan kualifikasi tinggi. Proses seleksi dan latihan yang intens, menuntut para prajurit Taipur mampu menguasai tujuh komponen utama.

Para prajurit Taipur harus menguasai kepemimpinan, ketangguhan fisik, disiplin, naluri intelijen, naluri tempur, kerja sama tim, serta ketaatan terhadap perintah hingga kesiapan melaksanakan operasi di berbagai medan dan kondisi cuaca.

Sasaran latihan juga diarahkan untuk membentuk prajurit Taipur yang militan, mahir dalam teknik dan taktik, serta memiliki kemampuan khusus dalam pelaksanaan operasi, antara lain gerilya dan lawan gerilya, taktik satuan kecil, infiltrasi melalui darat, perairan dan udara, intelijen tempur serta bekerja cepat, tepat, dan tuntas.

Kemampuan tersebut menjadi bekal dalam mendukung berbagai proyeksi penugasan, baik sebagai Satgas Intelijen, Satgas Tempur, Satgas Pembebasan Sandera/Tawanan maupun penugasan lainnya sesuai kemampuan dan perlengkapan yang dimiliki.

“Jaga militansi, pelihara dan kembangkan kemampuan yang telah diperoleh agar senantiasa siap operasional,” pesan Pangkostrad.

Baca Juga: Sambut HUT ke-81 TNI, Prajurit TNI-Polri dan Warga Benahi Dua Jembatan Penghubung Logpon-Dekai

Ia juga mengingatkan kepada seluruh prajurit Taipur untuk tetap menjunjung tinggi etika, moral, dan kehormatan sebagai prajurit.

“Junjung tinggi etika, moral dan kehormatan prajurit serta hindari segala bentuk pelanggaran,” tambah Pangkostrad.

Penerangan Kostrad dalam rilisnya menjelaskan, latihan Pembentukan Taipur XII Kostrad juga menjadi bagian dari upaya pemenuhan kebutuhan personel Batalion Taipur yang telah diresmikan pada 21 Oktober 2025 di Cikarang. Saat ini, pemenuhan personel satuan tersebut masih mencapai sekitar 51 persen dari TOP/DSPP.

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.