HANKAM

Tutup Armada Jaya ke-40, Wakasal Sampaikan Pentingnya Latihan Bagi Prajurit

Tutup Armada Jaya ke-40, Wakasal Sampaikan Pentingnya Latihan Bagi Prajurit
Dok: Dispenal

Jakarta, IDM - Wakil Kepala Staf Angkatan Laut (Wakasal) Laksamana Madya TNI Ahmadi Heri Purwono, menutup latihan Gladi Posko Armada Jaya ke-40 di Mabesal, Jakarta, Rabu (26/10). Dia menyampaikan, latihan akan menjamin prajurit mampu menghadapi segala situasi yang terjadi di medan operasi.

Terlebih, perkembangan lingkungan strategis saat ini membuat makna dari pelaksanaan latihan semakin penting. Heri menilai, perdamaian dan stabilitas keamanan dunia tengah menghadapi tantangan dengan munculnya berbagai ketegangan di beberapa kawasan.

"Ketegangan-ketegangan yang ada saat ini dapat berubah menjadi konflik terbuka, apabila masing-masing pihak tak dapat berkompromi dengan perbedaan kepentingan yang ada," ujar Heri, dikutip dari keterangan Dispenal.

Heri menyampaikan kepada seluruh prajurit agar membangun kesiapan dan kemampuan melaksanakan operasi di luar teritorial. Sebab, hal tersebut bertujuan menghindari kehancuran di wilayah sendiri jika terpaksa harus ikut berperang.

Oleh karena itu, Heri menegaskan prajurit harus dapat mengalahkan musuh sebelum memasuki batas teritorial negara.

"Maka dari itu skenario yang digunakan dalam latihan Armada Jaya kali ini adalah operasi gabungan di luar NKRI, untuk menggali ide dan pemikiran tentang strategi operasi di luar wilayah sehingga dapat disusun doktrin operasi yang tepat," tuturnya.

Sebelumnya, Armada Jaya adalah latihan puncak TNI AL untuk menguji hasil pembinaan kekuatan dan kemampuan seluruh komponen Sistem Senjata Armada Terpadu (SSAT) sekaligus menguji validitas berbagai doktrin operasi dihadapkan pada perkembangan situasi yang terjadi.

Latihan ini berlangsung selama 16 hari di beberapa wilayah dengan melibatkan kurang lebih sekitar 946 personel. Untuk Kotama Jakarta dipusatkan di Koarmada I dan Kolinlamil, Kotama Surabaya di Kodiklatal dan Koarmada II, Kotama wilayah Papua di Koarmada III, dan Mako Lantamal XIII Tarakan. (at)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.