HANKAM

Turuni Tebing dengan Teknik Rappelling, Korpasgat Temukan Satu Korban Pesawat ATR 42-500

Prajurit Korpasgat
Tangkapan layar prajurit Korpasgat menggunakan Teknik rapelling untuk menjangkau lokasi korban jatuhnya pesawat ATR 42-500 di Gunung Bulusaraung. (Foto: Dok. Dispenau)

Jakarta, IDM – Prajurit Korps Pasukan Gerak Cepat (Korpasgat) berhasil menemukan satu korban insiden jatuhnya pesawat ATR 42-500 di kawasan Gunung Bulusaraung, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, Minggu (18/1).

Upaya menjangkau lokasi korban bukanlah hal yang mudah. Medan pegunungan yang terjal dan curam mengharuskan prajurit Korpasgat menggunakan teknik khusus untuk mencapai titik jatuhnya pesawat. Dalam operasi tersebut, prajurit Korpasgat menuruni tebung dengan menggunakan teknik rappelling.

Baca Juga: Tak Cuma Penyelam, Terapi Hiperbarik Kini jadi Solusi Stroke dan Luka Kronis

Melansir berbagai sumber, rappelling merupakan teknik menuruni tebing atau bidang vertikal dengan menggunakan tali serta perangkat pengendali turunan (descender). Melalui teknik tersebut, kecepatan dan arah turun dapat dikendalikan secara mandiri oleh prajurit guna menjamin keselamatan personel dan sekaligus mendukung keberhasilan tugas.

Penggunaan teknik rappelling diharapkan mampu mempercepat akses awal menuju lokasi sekaligus menjamin keselamatan personel selama operasi berlangsung, sampai proses evakuasi dapat dilanjutkan pada kesempatan berikutnya.

Prajurit Korpasgat
Prajurit Korpasgat yang dikerahkan ke titik lokasi jatuhnya pesawat ATR 42-500 di Gunung Bulusaraung. (Foto: Dok. Dispenau)

“Dari titik terdekat, prajurit Korpasgat dan Basarnas bergerak menuruni tali dengan teknik rappelling untuk mendekati area jatuhnya pesawat yang berada di sisi tebing. Cara ini dipilih karena dinilai paling memungkinkan untuk bergerak secara terkendali dan aman sesuai karakter medan,” tulis siaran pers Dinas Penerangan TNI Angkatan Udara (Dispenau) yang diterima redaksi Indonesia Defense Magazine, Senin (19/1).

Proses evakuasi korban juga menghadapi kendala cuaca. Hujan deras yang mengguyur kawasan tersebut membuat medan semakin licin dan berbahaya. Proses evakuasi pun sempat tertunda hingga kondisi cuaca membaik.

Baca Juga: Hanya 46 Lolos, Ratusan Calon Prajurit Keraton Yogyakarta Gugur di Tangan Psikolog TNI AL

Pesawat ATR 42-500 sebelumnya dilaporkan hilang kontak pada Sabtu (17/1). Pesawat bertolak dari Yogyakarta menuju Makassar dengan membawa tujuh awak pesawat dan tiga penumpang.

Dalam perkembangan operasi pencarian, tim SAR gabungan berhasil menemukan serpihan pesawat, berupa badan hingga ekor pesawat pada Minggu (18/1). Sejak titik lokasi jatuhnya pesawat teridentifikasi, helikopter H225M Caracal TNI AU kemudian membawa sejumlah prajurit Korpasgat dan Basarnas untuk mengawali proses evakuasi. (yas)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.