HANKAM

Tuntaskan Pelayaran KJK 2024, KRI Bima Suci Kembali ke Pangkalan Surabaya

satgas pelayaran muhibah dan KJK
KRI Bima Suci bertolak dari Balikpapan menuju Surabaya, Minggu (27/10). (Foto: Dok. Lanal Balikpapan)

Jakarta, IDM – KRI Bima Suci yang merupakan unsur satuan tugas (satgas) pelayaran muhibah dan diplomasi Kartika Jala Krida (KJK) 2024, berlayar kembali menuju pangkalan di Surabaya, Minggu (27/10).

Sebelumnya, kapal layar latih untuk taruna Akademi Angkatan Laut (AAL) itu sandar di Balikpapan, Kalimantan Timur selama empat hari, yakni 24-27 Oktober, sebagai etape terakhir pelayaran dan latihan praktik Kartika Jala Krida 2024.

Komandan KRI Bima Suci Letkol Laut (P) Hastaria Dwi Prakoso mengatakan, keberangkatan dari Balikpapan menuju Koarmada II Surabaya ini untuk menutup pelayaran pascamelaksanakan misi dan menempuh perjalanan selama 87 hari mengarungi lautan.

Baca Juga: Usai Dilantik, Ratusan Siswa Dikmata Diserahkan ke Tiga Komando Pendidikan Kodiklatal

"Balikpapan menjadi kota terakhir yang di singgahi sebelum kembali ke Surabaya," ujar Hastaria yang juga selaku komandan satgas KJK 2024, dikutip dari laman TNI AL, Senin (28/10).

Pelepasan KRI Bima Suci ini mendapat antusiasme yang sangat tinggi oleh masyarakat Balikpapan. Keberangkatan kapal tersebut ke Surabaya dilepas langsung oleh Komandan Pangkalan TNI AL (Danlanal) Balikpapan Kolonel Laut (P) Edi Kuswanto.

"Rencananya KRI Bima Suci akan tiba di Koarmada II Surabaya, pada 30 Oktober," ungkap Hastaria.

Baca Juga: Maung Garuda Akan Jadi Kendaraan Dinas Kenegaraan, Dipakai Juga Menteri Hingga Gubernur

KRI Bima Suci yang membawa 98 personel KRI dan 189 taruna AAL angkatan ke-71 ini memulai pelayarannya dari Jakarta, pada 1 Agustus, menempuh jarak 10.715 mil laut dengan rute Surabaya–Jakarta–Singapura–Kamboja–Vietnam–Cina–Korea Selatan–Rusia–Jepang–Filipina–Balikpapan.

Adapun pada 2024 ini, Kartika Jala Krida kembali menempuh rute ke Asia Timur dan Eropa Timur, pascaterakhir digelar pada 2019 lalu. Saat masa pandemi Covid-19 pada 2020-2021, satgas hanya melaksanakan rute pelayaran muhibah di dalam negeri.

Kemudian, pascapandemi Covid-19 pada 2022, satgas yang terdiri dari 102 taruna AAL mulai berlayar kembali hingga ke luar negeri selama 91 hari dengan rute Surabaya–Jakarta–Singapura–Sabah–Tual–Townsville–Sydney–Cairns–Darwin–Bali. (at)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.