HANKAM

Tren Kekerasan Kelompok Kriminal Bersenjata di Papua Meningkat

Barang bukti
Barang bukti yang diamankan dalam operasi penegakan hukum di Kabupaten Yahukimo pada 10–21 Februari 2026. (Foto: Dok. Satgas Operasi Damai Cartenz 2026)

Jakarta, IDM – Kepala Operasi Damai Cartenz 2026, Brigjen Pol. Faizal Ramdhani mengatakan tren kekerasan yang dilakukan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Papua mengalami lonjakan drastis dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Berdasarkan data yang dipaparkan, pada periode Januari hingga Februari 2025 tercatat tiga kejadian gangguan keamanan. Sementara pada periode yang sama di tahun 2026, jumlah tersebut meningkat menjadi 23 kejadian hingga pertengahan Februari.

Baca Juga: KSAL-Menteri Ara Sepakat, Rusun Prajurit TNI AL di Surabaya Dibangun Tahun Ini

“Ada situasi yang sangat signifikan dan ini sudah kami prediksi. Eskalasi ini meningkat sejak kaburnya Kopi Tua Heluka dari Lapas Wamena pada 25 Februari 2025 lalu. Sejak saat itu, gangguan keamanan di Yahukimo terus menunjukkan tren kenaikan,” ujar Faisal dalam keterangan resminya di Papua, Senin (23/2).

Untuk menekan ruang gerak kelompok bersenjata, Satgas Damai Cartenz melakukan penambahan kekuatan personel secara masif sejak awal tahun. Pada Januari 2026, jumlah personel ditingkatkan dari sekitar 80 orang menjadi 150 personel. Selanjutnya pada Februari 2026, kembali ditambah 50 personel sehingga total kekuatan yang dikerahkan di Yahukimo mencapai sekitar 250 personel.

“Penambahan ini difokuskan untuk langkah pencegahan aksi dan pengejaran terhadap anggota kelompok yang sudah masuk dalam DPO kami,” katanya.

Untuk diketahui Satgas Operasi Damai Cartenz 2026 baru saja mengamankan 28 orang dalam rangkaian operasi penegakan hukum di Kabupaten Yahukimo pada 10–21 Februari 2026.

Baca Juga: TNI AD Berjibaku Bersihkan SDN 152983 di Tapanuli Tengah

Dari jumlah tersebut, sembilan orang telah ditetapkan sebagai tersangka atas dugaan keterlibatan dalam serangkaian teror seperti pembakaran, penembakan, serta tindak kekerasan lainnya. Dalam operasi tersebut, aparat turut mengamankan sejumlah barang bukti.

Seluruh terduga saat ini ditahan di Polres Yahukimo dengan pengamanan ketat. Patroli serta langkah penegakan hukum secara terukur terus dilaksanakan guna menjaga stabilitas keamanan dan memberikan rasa aman kepada masyarakat. (rr)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.