Transfer Teknologi Kapal Selam Jadi Langkah Strategis Kemandirian Pertahanan Indonesia

Jakarta, IDM – Kementerian Pertahanan (Kemhan) RI membuka lokakarya teknologi kapal selam sebagai bagian dari program alih teknologi untuk memperkuat kemandirian pertahanan nasional.
Lokakarya bertema “Dive Into Innovation: Transferring Submarine Technology For Future Generations” ini dibuka oleh Direktur Jenderal Potensi Pertahanan (Dirjen Pothan) Kemhan RI Laksamana Muda Sri Yanto, di Jakarta, Senin (22/9).
Sejumlah pihak yang hadir dalam lokakarya selama lima hari, meliputi Drass Italia dan Excalibur International, serta diikuti peserta dari Kemhan, TNI AL, Universitas Pertahanan, ITS Surabaya, hingga industri pertahanan nasional, seperti PT PAL, PT Palindo Marine, dan PT Robomarine.
Baca Juga: TNI AU dan RAAF Tingkatkan Kemampuan Maritime Domai Awareness lewat Latma Albatros 2025
Kegiatan ini merupakan bagian dari program offset, yakni mekanisme imbalan industri dalam kontrak pembelian alutsista dari luar negeri. Dalam hal ini digunakan skema indirect offset (imbalan berupa alih teknologi dan kerja sama industri, bukan potongan harga atau pengembalian dana) melalui kemitraan dengan Excalibur International.
Dalam sambutannya, Dirjen Pothan menegaskan offset adalah instrumen penting transfer teknologi yang diatur dalam Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2012 tentang Industri Pertahanan.
“Selain melalui pembelian alat peralatan pertahanan dan keamanan (alpalhankam) dari luar negeri, offset adalah cara efektif untuk memperoleh pengetahuan dan teknologi baru dengan investasi yang lebih efisien,” ujarnya, dikutip dari keterangan Ditjen Pothan Kemhan RI, Selasa (23/9).
Baca Juga: Yonkav 1 Kostrad Pamerkan Alutsista Strategis Leopard 2 RI dan Marder
Ia menambahkan, pengetahuan yang diperoleh dari lokakarya ini harus diterapkan di lingkungan kerja masing-masing agar memberi kontribusi nyata bagi penguatan industri pertahanan nasional, termasuk rencana pembangunan kapal selam di Indonesia.
Indonesia sendiri memiliki pengalaman dalam program transfer teknologi kapal selam. Pada 2011, kerja sama dengan Korea Selatan menghasilkan tiga unit kapal selam kelas Changbogo. Dua unit dibangun di galangan Daewoo Shipbuilding and Marine Engineering (DSME) sedangkan satu unit terakhir, KRI Alugoro-405, berhasil dirakit di PT PAL Surabaya.
Proses tersebut menjadi tonggak awal keterlibatan industri pertahanan dalam negeri dalam pembangunan kapal selam. (at)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































