HANKAM

Tradisi Unik Pengajuan Nikah Prajurit TNI AD

Tradisi pengajuan nikah Yonif 754/ENK.
Tradisi pengajuan nikah di Yonif 754/ENK. (Foto: Dok. Pen Yonif 754/ENK)

Jakarta, IDM – Di setiap satuan TNI AD ada tradisi unik untuk pengajuan nikah. Di Batalyon Infanteri (Yonif) 515/UTY/9/2 Kostrad para prajurit yang ingin menikah harus menggowes becak dalam tahapan pengajuan pernikahan.

Para prajurit ini harus gowes mengelilingi lapangan sebanyak lima kali menggunakan becak. Tradisi ini biasanya dipimpin langsung oleh Komandan Yonif (Danyonif).

Baca Juga: KSAU Tegaskan Komitmen TNI AU Dukung Program MBG dan Ketahanan Pangan Nasional

"Tradisi ini dilaksanakan sebagai bagian dari upacara pengajuan pernikahan, menambah nuansa khas dan kekeluargaan dalam momen penting para prajurit,” kata Danyonif 515/UTY/9/2 Kostrad, Letkol Inf Arief Setyo Utomo dalam keterangannya beberapa waktu lalu.

Tradisi pengajuan nikah Yonif 754/ENK.
(Foto: Dok. Pen Yonif 754/ENK)

Berbeda dengan Yonif 515/UTY/9/2 Kostrad, di Yonif 754/ENK para prajurit yang ingin menikah harus mengeliling Markas Yonif (Mayon) dengan motor yang dihiasi balon dan pita warna-warni, mereka dikawal ketat provos.

Tradisi pengajuan nikah Yonif 754/ENK.
(Foto: Dok. Pen Yonif 754/ENK)

Tradisi ini merupakan bentuk permohonan untuk melangsungkan pernikahan kepada komandan satuan. Menurut Danyonif 754/ENK Mayor Inf Arief Handoko Usman kegiatan ini merupakan simbol kebahagiaan dan kesetiaan prajurit yang akan melangsungkan pernikahan. Dengan melakukan keliling asrama, prajurit tersebut menunjukkan komitmennya untuk menjalani kehidupan berkeluarga dengan penuh kesetiaan dan tanggung jawab.

Baca Juga: TNI AU Kerahkan Pesawat Casa 212, Dukung Operasi Modifikasi Cuaca di Kawasan Jakarta

“Tradisi ini merupakan bagian dari budaya satuan yang harus dilestarikan. Kegiatan ini tidak hanya sebagai simbol kebahagiaan, tetapi juga sebagai wujud kesetiaan dan komitmen prajurit untuk menjalani kehidupan berkeluarga," kata Arief. (rr)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.