HANKAM

Tradisi Pembaretan Pomau, 64 Siswa Lulusan Skadik 404 Resmi Jadi Prajurit Wira Waskita

Siswa Skadik 404 Wingdik 400/Matukjur
Siswa Skadik 404 Wingdik 400/Matukjur Lanud Adi Soemarmo mengikuti upacara tradisi pembaretan Pomau. (Foto: Dok. Instagram @militer.udara)

Jakarta, IDM – Sebanyak 64 siswa lulusan Skadron Pendidikan (Skadik) 404 Wingdik 400/Matukjur Lanud Adi Soemarmo resmi menyandang baret Polisi Militer TNI Angkatan Udara (Pomau) seusai mengikuti upacara tradisi pembaretan.

Puluhan siswa tersebut terdiri dari empat perwira PK TNI Angkatan Udara (TNI AU) tahun 2025 dan 60 siswa Sekolah Kejuruan Dasar Tamtama (Sejursarta) Pomau angkatan ke-59.

Sebelum mengikuti upacara tradisi pembaretan, mereka terlebih dahulu harus melewati sejumlah tahapan latihan lapangan yang meliputi long march, penegakan ketertiban dan pemeriksaan kendaraan, interogasi, pengintaian, dan simulasi penyergapan.

Baca Juga: Tiga Kesepakatan Saat Menhan Sjafrie Bertemu Menteri Pertahanan Papua Nugini

Wakil Komandan (Wadan) Puspomau Kolonel Pom Sarimin, mewakili Komandan Puspomau Marsma TNI Pipik Krispiyarto, memimpin langsung upacara tradisi pembaretan yang digelar di Pantai Parangkusumo, Bantul, Jumat (4/7).

Siswa Skadik 404 Wingdik 400/Matukjur
Wadan Puspomau Kolonel Pom Sarimin, mewakili Komandan Puspomau Marsma TNI Pipik Krispiyarto, memimpin upacara tradisi pembaretan Pomau. (Foto: Dok. Instagram @militer.udara)

Dalam amanat tertulisnya, Komandan Puspomau menegaskan, status baru mereka sebagai prajurit Polisi Militer merupakan suatu penghargaan dan kehormatan yang diberikan oleh TNI AU.

Selain itu, momentum pembaretan ini bukan hanya sekadar menjadi simbol kelulusan, tetapi juga momen penting dalam perjalanan hidup prajurit Pomau sebagai penjaga disiplin, penegak hukum, dan tata tertib di lingkungan TNI AU.

Baca Juga: Perkuat Interoperabilitas, TNI AU-VN ADAF Gelar SMEE Pesawat CN-295M dan C-212i

“Jadi prajurit Wira Waskita, yaitu prajurit yang berjiwa ksatria, bijaksana, jujur, rendah hati serta selalu tanggap, terampil dan waspada,” pesan Danpuspomau dikutip dari keterangan Dinas Penerangan TNI Angkatan Udara (Dispenau), Senin (7/7).

Lebih lanjut Marsma TNI Pipik berharap agar puluhan siswa yang telah merampungkan pendidikan ini dapat terus meningkatkan kompetensi masing-masing, dengan mempelajari ilmu-ilmu yang terkait dengan kepolisian militer maupun lainnya sebagai bekal dalam menghadapi tantangan tugas di masa depan. (yas)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.