Touch Down Perdana, TNI AU Sambut Kekuatan Baru Pesawat C-130J-30 Super Hercules

Jakarta, IDM - Langit biru Base Ops Lanud Halim Perdanakusuma Jakarta menghantarkan pendaratan perdana pesawat C-130J-30 Super Hercules di Indonesia, Senin (6/3).
Water salute dan riuhan tepuk tangan dari para personel TNI Angkatan Udara (TNI AU) pun menyambut kedatangan pesawat angkut militer buatan pabrik Lockheed Martin, Amerika Serikat (AS) tersebut.
Kini, kekuatan angkut TNI AU akan semakin kokoh dengan hadirnya pesawat C-130J-30 Super Hercules.
"Hari ini kita mengucapkan alhamdulillah, puji syukur karena pesawat C-130 tipe J-30 akhirnya mendarat di Lanud Halim Perdanakusuma. Pesawat ini berangkat dari Marietta AS tanggal 28 Februari, jadi setelah menghabiskan 34 jam terbang, kurang lebih 6 hari akhirnya mendarat di Halim Perdanakusuma," ungkap Wakil Kepala Staf Angkatan Udara (Wakasau) Marsdya TNI A. Gustaf Brugman dalam keterangan persnya saat menyambut kedatangan pesawat C-130J-30 Super Hercules.
Baca Juga: Momen Kebersamaan Prabowo dan Presiden MBZ di UEA, Pererat Kerja Sama Pertahanan
Untuk tiba di Indonesia, pesawat diterbangkan oleh pilot Lockheed Martin dengan menyertakan dua penerbang TNI AU yaitu Letkol Pnb Anjoe Manik, yang sehari-hari menjabat sebagai Danskadron 31 Lanud Halim Perdanakusuma, dan Letkol Pnb Alfonsus, serta satu teknisi yakni Kapten Tek Janar.

Rute penerbangan yang ditempuh untuk menuju tanah air adalah Marietta - Monterey - Honolulu - Kwajalein - Guam - Lanud Halim Perdankusuma.
Gustaf kemudian menjelaskan jika pesawat ini merupakan pengadaan dari pemerintah Indonesia melalui Kementerian Pertahanan (Kemhan) RI.
Dikatakan Wakasau, meskipun pesawat ini memiliki bentuk yang relatif sama dengan series sebelumnya, namun C-130J-30 Super Hercules memiliki keunggulan dari sisi mesin dan sistem avionik yang sudah terintegrasi penuh.
"Avionik pesawat yang sudah terintegrasi dan engine yang lebih efisien, sehingga dia (pesawat) bisa terbang lebih jauh dengan kecepatan juga lebih bagus," tambahnya.
Baca Juga: Kolinlamil Siapkan KRI Banda Aceh-593 untuk Pengungsi Kebakaran Depo Plumpang
Secara umum, Indonesia telah memesan lima unit pesawat C-130J-30,di mana pengiriman keempat pesawat lainnya ke tanah air akan dilakukan secara bertahap mulai Juni, Juli, dan Oktober 2023. Kemudian, disusul pengiriman unit terakhir pada Januari 2024.
Nantinya, kelima unit pesawat tersebut akan dioperasikan oleh Skadron Udara 31, Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta. (yas)
Hankam

Deretan Senjata Tempur Denjaka untuk Operasi Khusus Aspek Laut
Di balik nama Detasemen Jalamangkara (Denjaka), tersimpan daya gempur yang ditopang oleh persenjataan lintas platform. Satuan elite penanggulangan teror aspek laut TNI AL ini mengandalkan beragam senapan dan pistol khusus dari berbagai negara untuk menuntaskan misi di tri-matra.
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































