HANKAM

Torehan Prestasi, Pama TNI AU Jadi Perwira Internasional Terbaik di Pendidikan SOC Filipina

Kapten Sus Alifia Noor Aziz.
Kapten Sus Alifia Noor Aziz saat menempuh pendidikan Squadron Officer Course (SOC) Class 2025-A di Fernando Air Base, Lipa City, Filipina. (Foto: Dok. Dispenau)

Jakarta, IDM – Perwira pertama (Pama) TNI Angkatan Udara (TNI AU), Kapten Sus Alifia Noor Aziz berhasil menyabet gelar The Best International Military Students (IMS) usai menempuh pendidikan Squadron Officer Course (SOC) Class 2025-A di Fernando Air Base, Lipa City, Filipina.

Torehan prestasi membanggakan tersebut diraih oleh Alifia setelah mendapat peringkat tertinggi di antara peserta asing lainnya, yakni perwira yang berasal dari Malaysia dan Thailand. Rilis Dinas Penerangan Angkatan Udara (Dispenau) dikutip Senin (30/6) menyatakan, keberhasilan Kapten Sus Aziz, lulusan Akademi Angkatan Udara (AAU) tahun 2014, menjadi kebanggaan bagi TNI AU sekaligus inspirasi bagi perwira TNI AU lainnya.

Baca Juga: TNI dan Militer se-ASEAN Bahas Dampak Pandemi Covid-19 dan Tantangan Biosiber

Capaian yang sama juga sejalan dengan tekad Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Marsekal TNI M. Tonny Harjono dalam membentuk sumber daya manusia (SDM) yang unggul, adaptif, serta mampu bersaing di tingkat internasional.

Penghargaan the best IMS.
Kapten Sus Alifia Noor Aziz (kedua dari kanan) mendapat penghargaan the Best International Military Student (IMS) saat upacara penutupan pendidikan SOC Class 2025-A di Filipina. (Foto: Dok. Dispenau)

Penghargaan perwira internasional terbaik diserahkan kepada Alifia dalam upacara penutupan pendidikan yang berlangsung di Bactol Hall, Jumat (27/5). Selain predikat IMS, Kapten Sus Alifia juga memperoleh sertifikat apresiasi dari Komandan Philippine Air Force Officer School (PAFOS) atas dedikasi dan prestasi akademik, maupun fisiknya selama mengikuti pendidikan.

Baca Juga: Pasukan Badak Hitam Gelar Apel Pengecekan Ransel Protap

SOC Class 2025-A merupakan pendidikan setingkat Sekkau yang diikuti 66 perwira, terdiri dari 63 perwira Filipina dan 3 siswa internasional. Pendidikan ini berlangsung selama lima bulan dan dirancang untuk membekali para perwira dengan pengetahuan taktik, kepemimpinan, serta kemampuan analisis dan pengambilan keputusan. (yas)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.