HANKAM

TNI Wujudkan Mimpi Warga 39 Tahun Ingin Punya Jembatan Penghubung

Kodam IV Diponegoro.
Kodam IV Diponegoro akhirnya mewujudkan mimpi warga untuk memiliki jembatan penghubung antara dua desa yaitu desa Kebumen dan desa Kranggan di Kabupaten Batang, Jawa Tengah. (Foto: Dok. Pendam IV/Diponegoro)

Jakarta, IDM – TNI dari Kodam IV Diponegoro akhirnya mewujudkan mimpi warga untuk memiliki jembatan penghubung antara dua desa yaitu desa Kebumen dan desa Kranggan di Kabupaten Batang, Jawa Tengah.

Menurut Kepala Desa Kranggan Arbiyanto, dulunya memang mereka memiliki jembatan namun hanya dari Bambu dan akhirnya hancur terseret arus banjir.

"Dari tahun 1986 kami bermimpi punya jembatan dan akhirnya terwujud. Sekarang akses warga menuju Desa Kebumen makin cepat setelah jembatan tersebut dibangun. Kami tidak perlu lagi memutar melewati 4 desa dengan jarak 8 kilometer," kata Arbiyanto dikutip keterangan Pendam IV Diponegoro, Senin, (24/2).

Baca Juga: Bakamla Kenalkan Kapal Patroli kepada Warga Pesisir Cilegon

Sementara itu, Pangdam IV/Diponegoro, Mayjen TNI Deddy Suryadi menyampaikan, Jembatan Merah Putih ini adalah yang ke-10 dibangun. Jembatan ini memiliki panjang 60 meter, lebar 1,7 meter, dan mampu menahan beban 4 ton.

"Jembatan dapat memangkas waktu cukup banyak, sehingga warga tidak perlu memutar untuk menuju desa Kebumen atau sebaliknya. Hasil panen akan cepat terdistribusi. Akses pelajar ke sekolah juga makin mudah, tidak perlu melewati sungai lagi," kata Deddy.

Deddy berterimakasih bahwa pembangunan jembatan ini dapat terwujud berkat kerja sama antara TNI bersama masyarakat yang tak mengenal waktu.

Baca Juga: Sea Phase MNEK 2025, 38 Kapal Perang dan 10 Pesawat Bentuk Formasi di Laut Bali

"Berkat kerja sama seluruh komponen, bisa selesai dengan cepat. Semoga jembatan ini bisa dimanfaatkan warga sekitar dan turut merawat, karena tidak mudah direalisasikan,” katanya.

Sebelumnya dalam beberapa kesempatan peresmian jembatan Merah Putih, Deddy menyampaikan bahwa pembangunan Jembatan Gantung Merah Putih ini adalah bentuk komitmen Kodam IV/Diponegoro untuk memberikan darma bakti guna membantu rakyat dalam mengatasi kesulitannya.

“Kodam IV/Diponegoro akan selalu hadir di tengah rakyat, kami memiliki komitmen yang kuat untuk memberikan darma bakti dan pengabdian untuk membantu rakyat dalam mengatasi kesulitannya,” katanya. (rr)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.