TNI Upayakan Seluruh Titik Gempa NTT Terjangkau Bantuan

Jakarta, IDM – TNI berupaya agar seluruh titik-titik yang menjadi lokasi gempa di wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) terjangkau bantuan. Diketahui, gempa bumi berkekuatan Magnitudo 7.7 mengguncang NTT, berpusat di Nagekeo, Laut Flores, Sabtu (15/8), yang kemudian diikuti gempa susulan.
Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI Mayjen Muhammad Nas mengatakan, unsur TNI mulai dari skala terkecil, bekerja sama dengan aparat setempat untuk memberikan bantuan.
“Semua titik saya rasa sudah tercapai (terjangkau), karena khususnya Bintara Pembina Desa (Babinsa) bekerja sama dengan Bhayangkara Pembina Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Bhabinkamtibmas) dan kepala desa semua sudah tergelar, sampai dengan titik paling jauh sekali pun,” kata Nas dalam keterangannya di Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Kamis (20/8).
Baca Juga: Pastikan Kesiapan Satuan, Pangdivif 3 Tinjau Latihan Taktis Tingkat Baterai Yonarhanud 16
Nas menyebutkan, belum ada titik yang menjadi kendala personel maupun alat utama sistem persenjataan (alutsista) TNI dalam memberian bantuan. “Semua kendala pasti bisa diatasi,” tutur Kapuspen TNI.
Hingga hari keenam, Kamis (20/8), total 5.254 personel TNI telah dikerahkan untuk membantu proses penanganan dan pemulihan masyarakat.
TNI juga mengerahkan 27 unit alutsista, terdiri dari 21 pesawat, lima Kapal Perang Republik Indonesia (KRI), dan satu Kapal Angkatan Darat Republik Indonesia (ADRI).
Baca Juga: Pusgeosau TNI AU Jalankan Misi di NTT, Petakan Wilayah Terdampak Bencana dari Udara
“Penggunaan alutsista tersebut mendukung mobilitas personel, pengiriman bantuan, serta pelaksanaan tugas penanganan bencana,” kata Nas.
Pada hari keenam, TNI juga menyalurkan 42,3 ton bantuan, khususnya sembako, kepada masyarakat terdampak. Dengan tambahan tersebut, total bantuan yang telah disalurkan TNI mencapai 293,617 ton.
“TNI bersama pemerintah daerah, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas), dan instansi terkait terus melakukan koordinasi dalam penanganan bencana, termasuk pemenuhan kebutuhan masyarakat serta percepatan pemulihan di wilayah terdampak,” kata Kapuspen TNI.
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































