TNI Ungkap Tujuan Uji Coba Pendaratan F-16 dan Super Tucano di Tol Lampung

Jakarta, IDM – Pusat Penerangan TNI mengungkap tujuan TNI melakukan uji coba pendaratan jet tempur F-16 dan pesawat tempur taktis EMB-314 Super Tucano TNI AU di Tol Trans Sumatra, ruas Tol Terbanggi Besar-Pematang Panggang-Kayu Agung (JTTS), Lampung, Rabu (11/2).
Puspen TNI menyatakan bahwa uji coba itu merupakan bagian dari penguatan kesiapsiagaan operasional dan optimalisasi pemanfaatan infrastruktur strategis nasional dalam mendukung sistem pertahanan negara.
“Uji coba ini dilaksanakan sebagai bagian dari konsep highway strip atau pemanfaatan ruas jalan tol sebagai landasan darurat dalam kondisi kontinjensi,” tulis siaran pers Puspen TNI, Kamis (12/2).
Baca Juga: Ikuti Sekbang A-109, 30 Siswa Dididik jadi Penerbang Andal dan Profesional
Strategi tersebut bertujuan memastikan fleksibilitas, mobilitas, dan daya tangkal kekuatan udara nasional tetap terjaga dalam berbagai situasi, termasuk apabila pangkalan udara utama tidak dapat digunakan.
Uji coba dilaksanakan melalui koordinasi terpadu antara TNI AU, Kementerian Pertahanan, Kementerian Pekerjaan Umum, dan PT Hutama Karya (Persero) selaku pengelola ruas tol.
“TNI berkomitmen untuk terus meningkatkan profesionalisme dan kesiapsiagaan prajurit serta alat utama sistem persenjataan (alutsista) guna menjaga kedaulatan serta keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI),” tulis Puspen TNI.
Dalam keterangan terpisah, Wakil Menteri Pertahanan Donny Ermawan Taufanto mengatakan bahwa pemerintah sedang mengkaji pembangunan jalan tol yang bisa dijadikan landasan pacu atau runway.
Baca Juga: Batas Antar 30 Menit, Ini Aturan Ketat Penyaluran Makan Bergizi di SPPG TNI AL
“Di beberapa tempat di Indonesia kita akan bangun jalan tol yang juga dapat difungsikan sebagai runway. Jadi kita sudah punya roadmap, di seluruh Indonesia akan dibangun jalan tol atau mungkin jalan nasional yang memiliki persyaratan bisa kita fungsionalkan untuk runway,” ujar Donny setelah melihat uji coba pendaratan.
Donny mengatakan bahwa Indonesia memiliki konsep pertahanan pulau-pulau besar. Pemerintah, kata Wamenhan, ingin memiliki pangkalan yang cukup banyak di setiap pulau besar.
“Sehingga kalau satu pangkalan diserang, kita masih punya alternatif yang cukup banyak. Sehingga inilah konsepnya kenapa kita menggunakan jalan raya di beberapa tempat didesain untuk bisa difungsionalkan sebagai runway,” ujar Donny. (nma)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































