HANKAM

TNI Ungkap Jalan Trans Papua Terbengkalai Akibat Situasi Keamanan Tidak Kondusif

Satgas Batalyon Infanteri 141/Aneka Yudha Jaya Prakosa (AYJP).
Satuan Tugas (Satgas) Batalyon Infanteri 141/Aneka Yudha Jaya Prakosa (AYJP) melaksanakan kegiatan Patroli Pengamanan (Pam) Parimeter di sepanjang Jalan Trans Papua. (Dok. Foto: Pendam II/Sriwijaya)

Jakarta, IDM – TNI mengungkapkan jalan Trans Papua yang menghubungkan antara Suru Suru Asmat ke Yahukimo terbengkalai akibat berbagai tantangan geografis serta situasi keamanan. Jalan ini dulunya digadang-gadang sebagai urat nadi penghubung antarwilayah di pedalaman Papua.

Dilansir keterangan dari Pendam II/Sriwijaya, Selasa (22/4) untuk mengatasi hal ini upaya menjaga stabilitas keamanan dan mendukung pembangunan, Satuan Tugas (Satgas) Batalyon Infanteri 141/Aneka Yudha Jaya Prakosa (AYJP) melaksanakan kegiatan Patroli Pengamanan (Pam) Parimeter di sepanjang Jalan Trans Papua tersebut.

Baca Juga: Pangkoopsudnas Tinjau Latihan Petir dan Cakra 2025 di Satrudal 111

"Kami berupaya menciptakan rasa aman bagi masyarakat dan pengguna jalan. Meskipun jalan jarang dilalui dan kondisinya dipenuhi semak belukar, hal ini menjadi titik rawan yang harus diawasi. Patroli ini juga menjadi bentuk hadirnya negara di daerah perbatasan," ujar Danpos Suru-Suru Lettu Inf Sutrisno.

Ia menjelaskan timnya melakukan penyisiran seperti ke bekas bangunan Puskesmas Suru-Suru Asmat, Kantor Distrik Suru-Suru Asmat yang semuanya ini telah lama tidak digunakan karena akibat dari situasi keamanan beberapa tahun lalu dan disinyalir menjadi salah satu titik rawan yang dapat mengancam keamanan masyarakat Suru-Suru. Kegiatan ini dilakukan guna memastikan tidak adanya potensi ancaman yang tersembunyi di lokasi tersebut.

Baca Juga: Rencana TNI AL Kirim KRI Brawijaya-320 untuk Parade Angkatan Laut Rusia 2025

Lebih lanjut ia mengatakan kegiatan ini juga melibatkan interaksi langsung dengan warga sekitar untuk menggali informasi dan menjalin kedekatan. Langkah ini juga diharapkan dapat mencegah potensi gangguan dari kelompok bersenjata maupun kriminal.

"Masyarakat sekitar menyambut baik kehadiran Satgas di jalur Trans Papua tersebut. Mereka merasa lebih aman dan berharap pemerintah pusat kembali melanjutkan pembangunan jalan yang sempat terhenti," kata Sutrisno. (rr)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.