HANKAM

TNI Tertibkan Penggunaan Sirine dan Strobo di Internal, Danpuspom: Panglima Sendiri Tidak Gunakan Itu

Danpuspom TNI Mayjen Yusri Nuryanto
Danpuspom TNI Mayjen Yusri Nuryanto di Monumen Nasional, Jakarta Pusat. (IDM/Nirmala Maulana)

Jakarta, IDM – TNI akan menertibkan penggunaan sirine, strobo, dan rotator pada kendaraan dinas di tingkat internal.

Komandan Pusat Polisi Militer (Danpuspom) TNI Mayjen Yusri Nuryanto telah memerintahkan pimpinan Puspom tiga matra untuk penertiban tersebut.

“Kami sudah sampaikan kepada masing-masing Danpuspom angkatan untuk menertibkan itu. Suara ini kadang-kadang cukup mengganggu dan memancing emosi. Kami akan menertibkan itu,” kata Yusri usai apel di pintu sepatu roda Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat, Senin (22/9).

Baca Juga: Puncak Perayaan HUT ke-80 TNI di Monas: TNI Pamerkan 152 Ranpur dan Sediakan Kantong Parkir

Yusri menambahkan, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto juga telah memberikan pernyataan terkait penertiban penggunaan sirine, strobo, dan rotator di internal TNI.

“Karena Bapak Panglima sendiri tidak menggunakan itu. Jadi, mari kita contoh. Kita sesuai dengan aturan saja biar lebih enak,” tutur Danpuspom TNI.

Yusri juga mengutip aturan dalam Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ).

Baca Juga: TNI AL Siapkan Rusun untuk Prajurit di Papua, Punya Fasilitas Lengkap

Pasal 134 menyebutkan ada tujuh jenis kendaraan yang berhak mendapatkan prioritas, sedangkan Pasal 135 menjelaskan kendaraan-kendaraan tersebut harus dikawal polisi dan/atau menggunakan sirine serta lampu rotator.

“Satu ambulans, pemadam kebakaran, kemudian mobil jenazah, mobil kawal, baik motor roda empat maupun roda dua,” kata Yusri.

Panglima TNI juga sebelumnya juga telah memerintahkan jajaran Puspom untuk penertiban penggunaan sirine, strobo, dan rotator.

Baca Juga: KRI Halasan-630 Tembakkan Meriam hingga Senjata Ringan di Dabo Singkep

“Saya menyampaikan ke Polisi Militer. Kalau menyalakan strobo ada aturannya. Aturannya untuk (pengawalan) VVIP. Memang harus disosialisasikan. Nanti kami sampaikan bagaimana pengunaan strobo,” tutur Panglima Agus.

Agus mengaku pengunaan sirine, strobo, dan rotator mengganggu dirinya. “Saya jarang pakai strobo juga. Kalau lampu merah, saya berhenti. Kepala staf semua berhenti,” kata Panglima TNI.

Belakangan ini, media sosial ramai oleh gerakan bertajuk 'Stop Tot Tot Wuk Wuk' sebagai bentuk protes masyarakat terhadap maraknya penggunaan sirine, strobo, dan rotator di jalan raya. (nma)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.