TNI Terjunkan Kopasgat, Jihandak, dan Siagakan Pesawat Tangani Ancaman Bom Pesawat Airlines

Jakarta, IDM – TNI menerjunkan personel untuk menangani ancaman bom terhadap pesawat Saudi Airlines SV5276 rute Jeddah–Jakarta yang mendarat darurat di Bandara Internasional Kualanamu, Deli Serdang, Sumatera Utara, Selasa (17/6).
Komando Pasukan Gerak Cepat (Kopasgat) TNI Angkatan Udara langsung mengerahkan satu SST (setingkat peleton) untuk mendukung proses pengamanan bandara.
TNI AD menyiagakan tim penjinak bahan peledak (Jihandak) dari Batalyon Zeni Tempur (Yonzipur) 1/DD dan satu SST dari Batalyon Infanteri (Yonif) 121/MK sebagai pasukan cadangan dalam mendukung upaya sterilisasi dan pengamanan perimeter.
Baca Juga: AS Geser Kapal Induk dan 31 Pesawat Tanker ke Timur Tengah Saat Eskalasi Konflik Israel-Iran
TNI AU juga mempersiapkan dukungan pesawat militer sebagai antisipasi apabila diperlukan untuk mengevakuasi penumpang dari Bandara Kualanamu ke Jakarta.
Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI Mayjen Kristomei Sianturi mengatakan bahwa Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto telah memerintahkan penanganan segera untuk mengamankan penumpang dan pesawat dari kemungkinan terburuk.

“Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto telah memerintahkan satuan jajaran TNI untuk memberikan dukungan penuh kepada otoritas keamanan dan penerbangan sipil dalam menjamin keselamatan seluruh penumpang, serta memastikan kondisi pesawat dan penumpang benar-benar aman dari segala bentuk ancaman,” kata Kristomei dalam siaran pers.
Baca Juga: Ancaman Bom Saudi Airlines, TNI Sebut Kondisi Masih Aman
Kristomei menyebut, TNI terus memantau situasi secara ketat dan memastikan bahwa upaya penanganan dilakukan secara profesional, cepat, aman, dan terkoordinasi dengan baik.
Koordinasi intensif dilakukan antara TNI, Polri, otoritas bandara, serta aparat intelijen, dan keamanan lainnya.
Sebanyak 442 orang penumpang dan 18 awak pesawat telah berhasil dievakuasi dengan aman ke lokasi isolasi sementara di Gedung G1 Bandara Kualanamu. Saat ini, sterilisasi menyeluruh terhadap penumpang, barang bawaan, dan pesawat terbang terus dilaksanakan. (nma)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































