TNI Telusuri Penyebab Kebakaran KRI Teluk Hading-538 di Perairan Selayar

Jakarta, IDM - Panglima TNI Laksamana Yudo Margono mengatakan proses investigasi kasus kebakaran KRI Teluk Hading-538 di Perairan Selayar, Sulawesi Selatan (Sulsel), terus berlangsung. Ia menuturkan, insiden tersebut bermuka dari yang muncul di generator.
"Itu insiden, artinya terjadi kebakaran di generatornya," kata Yudo kepada awak media di Makassar, Senin (5/6).
Yudo memastikan kebakaran di KRI Teluk Hading-538 tidak menimbulkan korban jiwa kendati kapal mengalami kerusakan. Ia mengatakan seluruh kapal juga berhasil dievakuasi.
Baca Juga: Prabowo Terima Kunjungan Menhan Jerman, Bahas Penguatan Kerja Sama Pelatihan dan Pendidikan
"Personelnya sudah kita selamatkan, kapalnya sudah kita kandaskan," tambah Yudo.
Ia pun menjelaskan kapal yang telah dievakuasi bakal diperiksa lebih lanjut oleh TNI Angkatan Laut. Setelah ditarik, penelusuran sumber penyebab bakal menjadi langkah berikutnya.
"Kapalnya akan ditarik dan dilaksanakan investigasi, kesalahannya dimana apakah human error, apakah kondisi teknisnya seperti itu tentunya akan kita cek lagi," sambungnya.
Baca Juga: Sejumlah Intelijen Negara ASEAN Berkumpul di Bali, Bahas Apa?
KRI Teluk Hading-538 sebelumnya terbakar di Perairan Selayar pada Sabtu (3/6), sekitar pukul 14.15 WITA. Kapal tersebut diketahui membawa 119 prajurit.
Setelah api berhasil dipadamkan, KRI Teluk Hading-538 dievakuasi menggunakan kapal tunda ke pulau terdekat. Ratusan personel kemudian dievakuasi ke Makassar. (un)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































