HANKAM

TNI Tambah 81 Penyidik Handal, Siap Jaga Integritas dan Transparansi

Upacara pengangkatan
Upacara pengangkatan sumpah jabatan penyidik yang dilaksanakan di Pusat Pendidikan Polisi Militer (Pusdikpom) Puspomad, Cimahi, Senin (14/9). (Foto: Dok. Puspom TNI)

Jakarta, IDM – TNI melalui Pusat Polisi Militer (Puspom) menambah 81 penyidik handal. Hal ini dipastikan saat Danpuspom TNI, Mayjen TNI Yusri Nuryanto memimpin upacara pengangkatan sumpah jabatan penyidik yang dilaksanakan di Pusat Pendidikan Polisi Militer (Pusdikpom) Puspomad, Cimahi, Senin (14/9).

Dilansir dari keterangan Penpuspom TNI, Selasa (15/9), dalam upacara tersebut, dilaksanakan pengangkatan sumpah jabatan penyidik terhadap 81 personel, yang terdiri dari 31 Perwira dan 50 Bintara.

Baca Juga: TNI AD Rombak Total Jembatan Pongpet yang Ambruk di Pangandaran

"Pengambilan sumpah jabatan ini merupakan bagian penting dalam rangka meningkatkan profesionalisme serta kualitas sumber daya manusia Polisi Militer TNI, khususnya dalam melaksanakan tugas dan fungsi penyidikan," kata Yusri.

Lebih lanjut ia menekankan bahwa tugas penyidik memiliki tanggung jawab yang besar karena berkaitan langsung dengan proses penegakan hukum dan pencarian kebenaran. Oleh karena itu, setiap penyidik dituntut untuk bekerja secara profesional, transparan, akuntabel, serta senantiasa mengedepankan prinsip kehati-hatian dalam menangani setiap perkara.

"Ke depan, para penyidik diharapkan mampu meningkatkan kompetensi dan kapasitas diri seiring dengan semakin kompleksnya tantangan tugas penegakan hukum di lingkungan TNI. Perkembangan teknologi, dinamika sosial, serta modus pelanggaran hukum yang semakin beragam menuntut penyidik untuk terus belajar, beradaptasi, dan meningkatkan kemampuan investigasi dengan tetap berpedoman pada hukum dan norma yang berlaku," kata Yusri.

Baca Juga: Rangkaian HUT, TNI Gelar Pameran Alutsista dan Expo Teknologi Militer di Monas pada 19-20 September

Ia pun memastikan selain memiliki kemampuan teknis penyidikan yang mumpuni, para penyidik juga diharapkan memiliki integritas yang kuat, tidak mudah dipengaruhi oleh kepentingan tertentu, serta mampu menjaga kerahasiaan dan kehormatan institusi.

"Setiap tindakan dalam proses penyidikan harus dilaksanakan secara objektif, profesional, dan dapat dipertanggungjawabkan, sehingga mampu memberikan kepastian hukum serta rasa keadilan bagi seluruh pihak," pungkas Yusri.

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.