HANKAM

TNI Susun Operasi Pertahanan Udara Nasional, akan Libatkan Instansi Sipil

opshanudnas
Kohanudnas menyusun operasi pertahanan udara nasional atau opshanudnas. (Foto: Dok. Pen Kohanudnas)

Jakarta, IDM – Markas Besar (Mabes) TNI melalui Komando Pertahanan Udara Nasional (Kohanudnas) tengah menyusun operasi pertahanan udara nasional atau opshanudnas.

Kepala Kelompok Staf Ahli (Kapoksahli) Kohanudnas Marserkal Pertama TNI Nurtantio Affan memimpin acara “Paparan Draf Naskah Pedoman Operasional Komando Pertahanan Udara Nasional” tersebut di Ruang Rapat Markas Kohanudnas, Jakarta, Kamis (30/7).

Perwira Bantu Madya Operasi dan Komunikasi (Pabandyaopskom) Letkol (Lek) Fery Gustomo mengatakan, opshanudnas dibentuk untuk mewujudkan tugas Kohanudnas dalam menyelenggarakan pertahanan keamanan terpadu atas ruang udara nasional sesuai dengan kebijakan Panglima TNI.

Baca Juga: TNI AL Bakal Jajal Drone Kamikaze hingga Kapal ‘Siluman’ USV di Dabo Singkep

Pada hakikatnya, opshanudnas merupakan segala usaha dan tindakan untuk menangkal dan menindak awal setiap bentuk ancaman udara terhadap kedaulatan, penegakan hukum, dan menjaga keamanan wilayah udara nasional.

Selain itu, untuk mencegah atau menanggulangi akibat serangan udara.

“Opshanudnas bertujuan untuk mencegah atau mengatasi ancaman udara, serangan udara, serangan darat maupun serangan laut musuh yang memanfaatkan media udara,” kata Letkol Fery dalam keterangan Penerangan Kohanudnas, dikutip Minggu (2/8).

Baca Juga: KRI I Gusti Ngurah Rai-332 Merapat di Pangkalan AL Jepang Usai Latihan Bareng Rusia!

Nantinya, opshanudnas diselenggarakan oleh Kohanudnas dengan melibatkan Komando Utama Operasional ataupun Satuan TNI lainnya beserta unsur-unsur dari kementerian/lembaga (K/L) dan instansi sipil, yang berada di bawah kendali maupun komando operasinya.

Sementara itu, Kapoksahli Kohanudnas menekankan bahwa naskah pedoman operasional bukan sekadar panduan administratif.

“Melainkan instrumen vital yang memastikan setiap unsur pertahanan udara, baik aktif maupun pasif, memiliki persepsi yang sama dalam merespons ancaman wilayah udara secara cepat dan terukur,” kata Marsma Nurtantio.

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.