TNI Siapkan Strategi Pertahanan Nusantara, Bakal Diserahkan ke Kemhan

Jakarta, IDM - Panglima TNI Laksamana Yudo Margono mengatakan pihaknya saat ini sedang mematangkan usulan doktrin atau strategi pertahanan untuk diserahkan ke Kementerian Pertahanan (Kemhan) RI.
Pernyataan tersebut disampaikan Yudo usai membuka seminar nasional bertema 'Mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia: Tinjauan Strategi Pertahanan Nusantara' di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat, Rabu (20/9).
Baca Juga: Pengawak Kapal Perang Koarmada III Terima Pelatihan Electronic Navigation Chart
Seminar itu disebut Yudo sebagai sarana bertukar pikiran dengan sejumlah komponen penting dalam bidang pertahanan. Agenda tersebut tercatat melibatkan 300 peserta yang terdiri dari perwakilan tiga matra, akademisi hingga pengamat militer.
"Doktrin yang buat Kemhan, nanti akan kami usulkan. Ini menjadi bahan masukan kepada Menhan untuk strategi pertahanan nusantara," jelas Yudo.
Lebih rinci Yudo menjelaskan, strategi pertahanan nusantara yakni strategi pertahanan militer yang memanfaatkan geografi Indonesia sebagai negara kepulauan. Ia memastikan penyusunan strategi tersebut bakal memadukan pertahanan darat laut dan udara.
Baca Juga: Wakil KSAD Tinjau Latihan ASEAN ASEX-01 yang digelar di Natuna, Batam
"Ini intinya memadukan dari strategi pertahanan, darat, laut dan udara. Kita padukan jadi satu, menjadi strategi pertahanan nusantara," papar Yudo.
Ia pun berharap dengan memperhatikan aspek tersebut, strategi pertahanan itu dapat melindungi seluruh wilayah negara dari segala bentuk ancaman. (un)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































