TNI Siapkan Satgas Batalion Gerak Cepat untuk Misi Perdamaian di Kongo

Jakarta, IDM – Markas Besar TNI menyiapkan Satuan Tugas (Satgas) Batalion Gerak Cepat (BGC) untuk misi perdamaian di Kongo di bawah bendera Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
Satgas BGC TNI Kontingen Garuda (Konga) XXXIX-H MONUSCO TA 2026 itu telah menerima pembekalan pratugas di Aula Pusat Misi Pemeliharaan Perdamauan (PMPP) TNI, Sentul, Bogor, Jawa Barat, Selasa (11/8). Komandan PMPP TNI Mayjen TNI Iwan Bambang Setiawan memimpin pembukaan dan pembekalan tersebut.
Baca Juga: TNI Buka Dikreg LVI Sesko 2026, Panglima Singgung Ancaman Multidomain
Pembekalan diikuti 639 prajurit TNI dari tiga matra yang dipersiapkan untuk melaksanakan misi pemeliharaan perdamaian PBB melalui United Nation Organization Stabilization Mission in the Democratic Republic of the Congo (MONUSCO).
Dalam arahannya, Komandan PMPP TNI menekankan agar seluruh personel senantiasa menjaga kehormatan, loyalitas, disiplin, kekompakan, kesehatan, dan profesionalisme selama mengikuti latihan maupun melaksanakan penugasan.
Mayjen Iwan Bambang Setiawan juga meminta para personel memahami dan melaksanakan tugas sesuai standar operasional prosedur (SOP), aturan keterlibatan (RoE), mandat MONUSCO serta ketentuan yang berlaku.
"Laksanakan setiap tugas dengan penuh tanggung jawab, jaga kehormatan sebagai peacekeeper Indonesia, dan sertakan Tuhan Yang Maha Esa dalam setiap kegiatan,” tutur Iwan Bambang Setiawan.
Dalam pratugas tersebut, para personel dilatih untuk mengambil keputusan secara cepat dan tepat.
Baca Juga: Paspampres Kerahkan 1.147 Personel untuk Pengamanan Rangkaian HUT ke-81 RI, Ini Rinciannya
Para personel juga dituntut mampu beradaptasi dengan karakteristik geografi, demografi, dan kondisi sosial di daerah operasi serta senantiasa mengutamakan faktor keamanan personel dan materiil.
Melalui kegiatan pratugas ini, PMPP TNI ingin memastikan personel Satgas BGC TNI Konga XXXIX-H MONUSCO TA 2026 mampu melaksanakan tugas secara profesional, adaptif, imparsial, dan humanis serta membawa nama baik TNI dan Indonesia dalam misi pemeliharaan perdamaian dunia.
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































