HANKAM

TNI Siapkan Deteksi Dini dan Operasi Terpadu untuk Bantu Penanganan Karhutla

Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto
Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto meninjau karhutla di wilayah Kalimantan Barat. (Foto: Dok. Puspen TNI)

Jakarta, IDM – TNI menyiapkan deteksi dini dan operasi terpadu bersama unsur terkait untuk membantu penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di berbagai wilayah di Indonesia.

Terbaru, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto turut mendampingi Presiden RI Prabowo Subianto saat meninjau langsung karhutla di wilayah Kalimantan Barat, Sabtu (22/8).

“Panglima TNI memastikan kesiapan TNI dalam mendukung penanganan karhutla melalui pengerahan personel, deteksi dini, pemantauan dan operasi terpadu bersama unsur terkait,” tulis siaran pers Pusat Penerangan (Puspen) TNI.

Baca Juga: Menhan Sjafrie Sebut RI akan Kembangkan Amunisi, Rudal, dan Roket Bersama Cina

TNI juga akan terus memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah dan seluruh komponen terkait untuk mempercepat penanganan, mencegah meluasnya karhutla serta melindungi masyarakat dan lingkungan.

“Langkah tersebut dilaksanakan dengan mengedepankan kesiapsiagaan dan kecepatan respons dalam menghadapi setiap perkembangan situasi,” kata Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI Mayjen Muhammad Nas.

Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto
Personel TNI memantau karhutla di wilayah Kalimantan Barat. (Foto: Dok. Puspen TNI)

TNI menyiagakan 66.510 personel untuk mendukung upaya pencegahan dan penanganan karhutla di berbagai wilayah di Indonesia.

Dari 66.510 personel yang disiagakan tersebut, sebanyak 16.740 personel telah dikerahkan untuk menangani karhutla di sejumlah wilayah, pada Jumat (21/8).

Baca Juga: TNI Bahas Rencana Latma dan Forum Bilateral dengan Angkatan Bersenjata Australia

Kapuspen TNI mengatakan, pengerahan personel dilakukan sesuai kebutuhan dan perkembangan situasi di lapangan.

TNI melalui TNI Angkatan Udara juga mengerahkan tiga pesawat Casa NC-212 dari Skadron Udara 4 Pangkalan TNI Angkatan Udara (Lanud) Abdulrachman Saleh, Malang, untuk operasi modifikasi cuaca (OMC) di Kalimantan Barat dan Kalimantan Timur.

Ketiga pesawat tersebut untuk membantu penanganan dampak karhutla di wilayah Kalimantan.

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.