HANKAM

TNI Siap Dukung Pemerintah Berantas Terorisme

terorisme
Rakor penanganan WNI terasosiasi dengan FTF di Jakarta. (Foto: Dok. Puspen TNI)

Jakarta, IDM - Panglima TNI Laksamana Yudo Margono memastikan pihaknya bakal bersinergi dengan pemerintah untuk menangkal terorisme. Salah satu langkah yang ditempuh adalah berkoordinasi dengan sejumlah kementerian dan lembaga terkait di kantor Kemenko Polhukam, Jumat (23/9).

Rapat koordinasi tersebut fokus membahas penanganan warga negara Indonesia (WNI) yang terasosiasi dengan foreign terorrist  fighters (FTF). Mengutip fisip.ui.ac.id, secara singkat FTF adalah warga negara yang mencoba atau melakukan perjalanan dari negara asal ke negara lain untuk melakukan atau terlibat aksi terorisme.

Baca Juga: 17 Perwira Tinggi TNI AL Naik Pangkat, Ini Daftar Namanya

Selain itu, pertemuan tersebut sekaligus menindaklanjuti pembaharuan aturan satuan tugas (satgas) penanganan FTF yang berakhir Desember 2021 lalu. Keterangan tersebut menyatakan langkah tersebut dilakukan untuk menjawab tantangan zaman.

"(Sekaligus) untuk memperoleh rumusan rekomendasi kebijakan yang tepat sasaran serta menangani kasus WNI di luar negeri yang terasosiasi FTF dengan sigap, cermat, hati-hati, dengan tanpa mencederai keamanan nasional itu sendiri," bunyi keterangan dari Puspen TNI, dikutip pada Sabtu (23/9).

Baca Juga: KSAU Tetapkan C-130J Super Hercules Memasuki Tahap Initial Operational Capability

Pemerintah disebut khawatir dengan sejumlah potensi yang timbul bila para FTF kembali ke Tanah Air, namun negara tidak memiliki dasar penanggulangan yang kuat. Salah satu kerawanan yang dinilai paling mungkin muncul adalah pemaparan pemikirian dan ideologis yang dilakukan oleh eks FTF kepada masyarakat lebih luas.

Pemerintah mencatat hingga saat ini WNI yang terasosiasi dengan FTF mencapai nyaris 800 orang yang terdiri dari 735 orang di Suriah, 2 orang di Irak. Kemudian sebanyak 6 orang di Afghanistan, 2 orang di Turki, 5 orang di Filipina dan 6 orang di Malaysia. (un)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.