HANKAM

TNI Siagakan Pasukan Tiga Matra Antisipasi Tsunami Pascagempa Rusia, Aktifkan Unsur PRCPB

Kapuspen TNI Mayjen Kristomei Sianturi
Kapuspen TNI Mayjen Kristomei Sianturi. (Foto: Dok. Puspen TNI)

Jakarta, IDM – TNI menyiagakan pasukan guna mengantisipasi tsunami pascagempa di pesisir timur Semenanjung Kamchatka, Rusia.

Informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebutkan adanya potensi kenaikan muka air laut dan potensi tsunami di sejumlah wilayah pesisir Indonesia bagian timur seperti Papua, Maluku Utara, Gorontalo, dan sebagian Sulawesi Utara.

Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI Mayjen Kristomei Sianturi mengatakan bahwa Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto telah memerintahkan agar pasukan tiga matra melakukan langkah-langkah cepat sebagai bagian dari kesiapsiagaan tanggap darurat.

Baca Juga: Perkuat Keamanan Laut, Koarmada II Terima Hibah Kapal Patroli

“Satuan-satuan TNI di wilayah tersebut telah mengaktifkan unsur Pasukan Reaksi Cepat Penanggulangan Bencana (PRCPB) di wilayah-wilayah terdampak guna memantau situasi dan mendukung proses evakuasi apabila diperlukan,” kata Kristomei melalui keterangan tertulis, Kamis (31/7).

Selain itu, beberapa satuan TNI AD di wilayah Komando Resor Militer (Korem) dan Komando Distrik Militer (Kodim) yang berdekatan telah disiagakan dan bersinergi dengan pemerintah daerah dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat untuk memfasilitasi evakuasi warga apabila diperlukan.

Sementara itu, unsur TNI AL melalui Pangkalan TNI AL (Lanal) di wilayah terdekat telah bersiap mengerahkan unsur Kapal Perang Republik Indonesia (KRI) untuk mendukung evakuasi maupun distribusi logistik apabila kondisi mengharuskan.

“Unsur TNI AU juga disiagakan untuk observasi udara dan dukungan mobilisasi cepat,” ujar Kristomei.

Baca Juga: Komdigi: Hoaks TNI Tantang Pasukan Israel untuk Perang Besar-besaran

TNI akan terus berkoordinasi dengan BMKG, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), dan stakeholder terkait lainnya guna menjamin keselamatan masyarakat serta menjawab dinamika situasi secara cepat dan terukur.

Per Rabu (30/7) petang, BMKG menegaskan bahwa peringatan dini tsunami masih berlaku aktif, menyusul adanya osilasi atau variasi hasil pengukuran tinggi muka air laut yang masih terpantau di sejumlah stasiun pemantau. Kemudian per Kamis pagi, BMKG mencabut peringatan dini tsunami tersebut.

Lima provinsi yang sempat berstatus waspada potensi tsunami adalah Sulawesi Utara, Gorontalo, Maluku Utara, Papua, dan Papua Barat. (nma)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.