TNI Resmikan Kampung Papua Damai Pertama di Bumi Cenderawasih

Jakarta, IDM – TNI melalui Komando Operasi (Koops) TNI Habema meresmikan Kampung Hitadipa sebagai Kampung Papua Damai yang berlokasi di Distrik Hitadipa, Kabupaten Intan Jaya, Papua Tengah, Senin (17/8). Peresmian itu bertepatan dengan peringatan hari ulang tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia.
Kepala Penerangan Koops TNI Habema Letkol (Inf) M. Wirya Arthadiguna mengatakan, ini merupakan Kampung Papua Damai pertama yang diresmikan di Bumi Cenderawasih.
“Kampung Hitadipa Damai bukan sekadar wilayah yang terbebas dari konflik, melainkan kondisi kehidupan yang aman, normal, bermartabat, dan sejahtera,” kata Wirya dalam keterangan tertulis, Selasa (18/8).
Baca Juga: KSAU: Seluruh Aset TNI AU Dioptimalkan untuk Percepat Penyaluran Bantuan Korban Gempa NTT
Dalam kondisi tersebut, TNI berharap masyarakat dapat menjalankan aktivitas sehari-hari tanpa rasa takut, adat dan budaya tetap terjaga, pelayanan dasar dapat berlangsung, perekonomian lokal berkembang serta kepercayaan antara masyarakat dan negara semakin kuat.
“Dalam kerangka ‘Papua Jalan Damai’, Kampung Hitadipa menjadi gambaran bahwa perdamaian harus tumbuh dari tingkat yang paling dekat dengan kehidupan masyarakat. Kampung menjadi ruang bertemunya aspek keamanan, kesejahteraan, adat, pelayanan negara, dan kepercayaan,” tutur Wirya.
Wirya mengatakan, keberhasilan perdamaian tidak hanya diukur dari ketiadaan gangguan keamanan, tetapi juga dari kemampuan masyarakat menjalani kehidupan sehari-hari secara aman, normal, dan mandiri.
Baca Juga: Prajurit TNI Diminta Hormati Adat Istiadat dan Kearifan Lokal Papua
Peresmian tersebut diawali dengan deklarasi dan penandatangan komitmen Kampung Hitadipa sebagai Kampung Papua Damai.

Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan peresmian Jembatan Garuda yang menjadi simbol terbukanya akses dan konektivitas bagi masyarakat. Jembatan tersebut tidak hanya berfungsi sebagai penghubung antarwilayah, tetapi juga membuka akses yang lebih baik menuju pendidikan, pelayanan kesehatan, aktivitas ekonomi serta kehidupan sosial masyarakat.
Peresmian juga diwarnai dengan pelaksanaan bakar batu, tradisi khas Papua yang menjadi ruang untuk mempererat persaudaraan dan menunjukkan penghormatan terhadap nilai-nilai budaya setempat.
“Melalui tradisi tersebut, hubungan antara prajurit TNI dan masyarakat semakin dekat. Komunikasi, kebersamaan, dan kepercayaan pun terus dibangun sebagai fondasi penting bagi keberlanjutan perdamaian,” kata Wirya.
Selain itu, Koops TNI Habema juga memborong hasil tani masyarakat Hitadipa serta memberikan pelayanan kesehatan dan pembagian sembako kepada masyarakat.
“Kampung Papua Damai adalah wujud nyata bahwa kedamaian harus dirasakan oleh masyarakat dalam kehidupan sehari-hari. Ketika masyarakat dapat berkebun dengan tenang, anak-anak dapat belajar, pelayanan kesehatan berjalan, adat tetap terjaga, dan perekonomian masyarakat berkembang, di situlah makna kehadiran negara benar-benar dirasakan,” kata Dansatgas Teritorial Koops TNI Habema Brigjen TNI Stefie Jantje Nuhujanan.
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































