HANKAM

TNI Rencanakan Pindah Makam Pangeran Diponegoro Hingga Cut Nyak Dien ke Daerah Asalnya

Ketua PBNU KH Ulil Abshar Abdalla
Ketua PBNU KH Ulil Abshar Abdalla (Gus Ulil) menerima audiensi perwakilan Mabes TNI di kantor PBNU, Jakarta, Kamis (28/8). (Foto: NU Online/Suwitno)

Jakarta, IDM – Pemerintah melalui TNI merencanakan akan memindahkan makam sejumlah pahlawan nasional ke tanah kelahirannya masing-masing.

Hal ini terungkap saat Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Ulil Abshar Abdalla (Gus Ulil) menerima audiensi perwakilan Markas Besar Tentara Nasional Indonesia (Mabes TNI) di Gedung PBNU, Jakarta, Kamis (28/8).

Dilansir dari keterangan Humas PBNU, Jumat (29/8) Gus Ulil menyebut salah satu tokoh yang akan dipindahkan makamnya adalah Pangeran Diponegoro, yang saat ini dimakamkan di Makassar. Selain itu, Kiai Maja yang dimakamkan di Tondano, Sulawesi Utara, serta Cut Nyak Dien yang dimakamkan di Jawa Barat, juga termasuk dalam rencana pemindahan.

Baca Juga: Kontingen TNI AU dan TNI AD Siap Berlaga di Piala Panglima TNI

"Ada rencana memindahkan pahlawan-pahlawan yang dimakamkan di luar tanah kelahirannya untuk dibawa kembali ke daerah asal. Untuk itu, pihak TNI meminta masukan dari PBNU terutama terkait status dan kebolehannya dalam pandangan hukum Islam," jelas Gus Ulil.

Gus Ulil menegaskan, PBNU memiliki pandangan fiqih yang sudah dibahas terkait pemindahan makam. Jika dibutuhkan, pihaknya siap memberikan fatwa resmi sekaligus mendampingi proses yang dilakukan TNI.

"Kami sudah punya fatwa mengenai pemindahan makam, dan jika diperlukan akan kami sampaikan kepada pihak TNI. Mereka juga meminta pendampingan dari PBNU ketika proses pemindahan itu berlangsung," katanya.

Baca Juga: Hari ke-10, Satgas Garuda Merah Putih II Terjunkan 91,4 Ton Bantuan Gaza dengan C-130J Super Hercules

Menurut Gus Ulil, salah satu alasan yang dapat dipahami dari rencana pemindahan makam ini adalah agar masyarakat lebih mudah berziarah ke tokoh-tokoh besar bangsa.

Ia mencontohkan rencana pemindahan makam Pangeran Diponegoro ke Semarang akan memudahkan masyarakat Jawa Tengah dan sekitarnya untuk berziarah.

Gus Ulil juga mengingatkan agar TNI menyiapkan lokasi pemakaman yang ramah bagi peziarah, mengingat Pangeran Diponegoro bukan hanya pahlawan nasional, tetapi juga sosok yang dihormati warga NU dan kalangan santri.

Baca Juga: TNI AU Kerahkan C-130 Hercules Dukung Airborne Operations Super Garuda Shield 2025

"Kalau Pangeran Diponegoro dipindahkan ke Semarang, harus diantisipasi membludaknya peziarah. Beliau bukan sekadar pahlawan biasa, tetapi juga pahlawan bagi warga NU dan kalangan santri. Maka pemakaman harus dibuat ramah ziarah, seperti makam Gus Dur di Jombang," tegasnya.

Ia menekankan agar pemakaman tidak dibuat tertutup sehingga menyulitkan masyarakat untuk berziarah.

Gus Ulil menambahkan, rencana ini masih dalam tahap awal. Mabes TNI baru menyampaikan niat dan meminta pandangan PBNU. "Yang penting mereka sudah memberi tahu kepada kita. Prosesnya masih berjalan," pungkasnya. (rr)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.