HANKAM

TNI, Polri dan BNN Tangkap 1.259 Orang Kasus Narkoba

BNN
Keterangan pers terkait operasi serentak narkoba di 34 provinsi di Indonesia. (Foto: Dok. Humas BNN)

Jakarta, IDM – Kolaborasi TNI, Polri dan Badan Narkotika Nasional (BNN) berhasil menangkap 1.259 orang yang terlibat kasus narkoba.

Dilansir dari keterangan Humas BNN, Selasa (11/11), operasi penangkapan dilakukan serentak dari tanggal 5-7 November 2025, di berbagai wilayah Indonesia. Total ada 53 titik di 34 provinsi seluruh Indonesia.

Baca Juga: Sesko TNI Pelajari Kesuksesan Korsel yang Hubungkan Pemikiran Strategis dengan Pembuatan Kebijakan Pertahanan

"Tim Gabungan mengamankan 1.259 orang. Berdasarkan hasil pemeriksaan tes urine, diperoleh hasil bahwa 395 orang di antaranya positif mengonsumsi narkoba. Setelah dilakukan pendalaman dan pemeriksaan lebih lanjut, sampai dengan saat ini telah ditetapkan 37 orang sebagai tersangka, sementara 369 orang menjalani rehabilitasi," tulis keterangan BNN.

tawanan
(Foto: Dok. Humas BNN)

Sementara itu, untuk barang bukti narkotika yang disita terdiri atas 126.325 gram sabu, 12.726 gram ganja, dan 1.428 butir ekstasi. Selain itu, turut diamankan pula 102 butir obat keras jenis Trihex dan Tramadol.

barang bukti senjata api
(Foto: Dok. Humas BNN)

"Dari total barang bukti tersebut, BNN bersama tim gabungan berhasil menyelamatkan 519.556 jiwa dari potensi penyalahgunaan narkoba. Jika dikonversikan ke dalam nilai ekonomi, jumlah barang bukti narkotika yang disita tersebut diperkirakan bernilai sekitar Rp 190,3 miliar," tulis BNN.

Baca Juga: Pernah Pimpin 3 Pasukan Elite, Kini Mayjen Suhardi jadi Aster Panglima TNI

Lebih lanjut dijelaskan bawah tim gabungan juga menyita barang bukti non-narkotika seperti alat hisap atau bong, sedotan, timbangan, plastik klip, peralatan komunikasi, buku tabungan, kendaraan roda dua, CCTV untuk memantau pendatang dan petugas, dan berbagai peralatan pendukung lainnya yang digunakan dalam penyalahgunaan dan peredaran narkoba.

"Selain itu, juga berhasil diamankan 6 pucuk senjata api, 1 pucuk senjata api rakitan, 2 senapan angin, dan 6 pucuk senjata airsoft gun," tulis BNN. (rr)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.