TNI Persiapkan 175 Prajurit Tiga Matra untuk Misi Perdamaian di Kongo

Jakarta, IDM – Markas Besar TNI mempersiapkan 175 prajurit tiga matra untuk mengemban misi perdamaian di Kongo. Para prajurit tergabung dalam Satgas Kizi TNI Kontingen Garuda (Konga) XX-W MONUSCO TA 2026.
Satgas Kizi Konga XX-W MONUSCO akan menggantikan Satgas Kizi Konga XX-V yang telah mengemban misi perdamaian sejak Juni 2025.
Baca Juga: Kemhan: Malaysia Tertarik Pelajari Pengembangan Kemampuan MRO di Indonesia
Satgas Kizi Konga XX-W telah mendapatkan pembekalan Wakil Komandan Pusat Misi Pemeliharaan Perdamaian TNI (PMPP TNI) Brigadir Jenderal TNI Dikdik Setiadi di Home of Peacekeeper PMPP TNI, Sentul, Bogor, Jawa Barat, Rabu (3/6).

Dalam pratugas tersebut, Dikdik menekankan kepada para prajurit terkait pentingnya mengikuti setiap tahapan latihan dengan disiplin, semangat, dan rasa tanggung jawab yang tinggi.
Dikdik juga mengingatkan agar seluruh personel mengikuti aturan, menjaga kesehatan, memperkuat soliditas tim, serta terus meningkatkan kemampuan dan profesionalisme sebagai peacekeeper Indonesia.
Baca Juga: KSAD Beri Kenaikan Pangkat Luar Biasa untuk Serka Ilham Soleh, Ini Prestasinya
“Melalui program pratugas ini, diharapkan seluruh personel Satgas Kizi TNI Konga XX-W MONUSCO TA 2026 memiliki kesiapan optimal untuk melaksanakan tugas negara serta mengharumkan nama bangsa dalam misi pemeliharaan perdamaian dunia,” tulis siaran pers PMPP TNI, dikutip Senin (8/6).
Adapun main body Satgas Kizi TNI Konga XX-W berasal dari Batalion Zeni Konstruksi (Yonzikon) 12/Karana Jaya (KJ) atau Pasukan Laba-laba Hitam di bawah kendali Pusat Zeni TNI AD (Pusziad).
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































