TNI Pastikan Siap Tarik Satgas dari Lebanon Pascaserangan Israel

Jakarta, IDM – Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI, Mayjen TNI Hariyanto memastikan pihaknya siap menarik satuan tugas (Satgas) dari Lebanon pascaserangan Israel, Senin, (23/9).
Namun demikian hal ini belum bisa dilakukan karena masih menunggu keputusan dari Force Commander UNIFIL.
Baca Juga: Tinjau Gladi Demo Udara HUT ke-79 TNI, Kaskoopsudnas: Tunjukkan Penampilan Terbaik
"Untuk penarikan personel TNI sampai dengan saat ini menunggu keputusan Force Commander UNIFIL," kata Hariyanto dihubungi, Kamis, (26/9).
Ia pun memastikan pihaknya telah merencanakan conplan evakuasi yaitu rencana operasional dalam format singkat yang mungkin memerlukan perluasan atau perubahan yang cukup besar untuk mengubahnya menjadi perintah operasi.
Baca Juga: Marinir dan Angkatan Darat Belanda Tukar Pengetahuan Peperangan Hutan dan Medan Ekstrem
"TNI telah siap untuk melaksanakan Conplan evakuasi terhadap Satuan tugas yg tergabung dalam UNIFIL," katanya.
Sebelumnya diberitakan merespons pernyataan Presiden Joko Widodo (Jokowi) pascaserangan Israel ke Lebanon. Kementerian Luar Negeri (Kemlu) dan TNI gerak cepat akan membahas perkembangan situasi dan terkait pemulangan Warga Negara Indonesia (WNI) di Lebanon. Pertemuan kedua instansi ini berlangsung hari ini, 26 September 2024. (rr)
Hankam

Deretan Senjata Tempur Denjaka untuk Operasi Khusus Aspek Laut
Di balik nama Detasemen Jalamangkara (Denjaka), tersimpan daya gempur yang ditopang oleh persenjataan lintas platform. Satuan elite penanggulangan teror aspek laut TNI AL ini mengandalkan beragam senapan dan pistol khusus dari berbagai negara untuk menuntaskan misi di tri-matra.
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































