TNI Pastikan Proses Hukum Prajurit yang Pukul Pengendara Ojol di Pontianak Tetap Berjalan

Jakarta, IDM – Komandan Pusat Polisi Militer (Danpuspom) TNI Mayjen Yusri Nuryanto memastikan, proses hukum terhadap Letda FA tetap berjalan meski kasus sudah damai.
Letda FA merupakan prajurit yang memukul pengendara ojek online (ojol) berinisial TS di Pontianak, Kalimantan Barat.
“Kedua belah pihak sudah berdamai. Tetapi proses penyidikan berjalan, berlanjut,” ujar Yusri usai apel di Monumen Nasional, Jakarta Pusat, Senin (22/9).
Baca Juga: Persiapan HUT TNI, Danpuspomau: Bukti Kesiapsiagaan
Yusri menyebutkan, Puspom TNI terus mengingatkan kepada para komandan satuan (dansat), agar para prajurit menghindari selisih paham dengan masyarakat.
“Itu yang sudah kami laksanakan selama ini,” kata Danpuspom TNI.
Peristiwa pemukulan itu terjadi di Jalan Panglima AIM, Kecamatan Pontianak Timur, Sabtu (20/9) sore. Korban mengalami patah hidung dan luka benjol di bagian mata akibat pemukulan tersebut.
Baca Juga: 550 Komcad Matra Laut Jalani Latihan Dasar Militer di Surabaya
“Jadi pelaku, mungkin ini kan terjadinya di jalan, mungkin karena emosi atau apa sehingga terjadi pemukulan,” tutur Yusri.
Pemukulan terjadi ketika TS hendak mengantar pesanan. Ia berada di belakang mobil yang dikemudikan Letda FA.
Ketika mobil hendak berbalik arah, TS membunyikan klakson sebagai tanda. Setelah diklakson, FA justru turun dan langsung memukul wajah korban menggunakan siku. (nma)
Hankam

Deretan Senjata Tempur Denjaka untuk Operasi Khusus Aspek Laut
Di balik nama Detasemen Jalamangkara (Denjaka), tersimpan daya gempur yang ditopang oleh persenjataan lintas platform. Satuan elite penanggulangan teror aspek laut TNI AL ini mengandalkan beragam senapan dan pistol khusus dari berbagai negara untuk menuntaskan misi di tri-matra.
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































