HANKAM

TNI: Oknum Prajurit Penyerangan di Deli Serdang Banyak Gunakan Tangan Kosong

Pangdam I/BB, Letjen TNI Mochammad Hasan
Pangdam I/BB, Letjen TNI Mochammad Hasan menyampaikan langsung rasa duka cita yang mendalam kepada keluarga korban keributan antara Oknum TNI AD dengan warga masyarakat di Dusun IV Cinta Adil, Desa Selamat, Kecamatan Biru-Biru, Kabupaten Deli Serdang, Minggu (10/11/2024). (Foto: Kodam I/BB)

Jakarta, IDM – Komandan Pusat Polisi Militer (Danpuspom) TNI Mayjen Yusri Nuryanto mengatakan oknum TNI yang terlibat kasus penyerangan kepada warga di Desa Selamat, Kecamatan Sibiru-Biru, Kabupaten Deli Serdang beberapa waktu lalu banyak menggunakan "tangan kosong" atau tanpa bersenjata (alat).

Hal ini dikatakannya menanggapi pertanyaan terkait barang bukti yang ditemukan TNI.

"Untuk barang bukti tentunya sudah diamankan. Ya, kalau barang bukti kan memang kebanyakan menggunakan tangan kosong, alat-alat belum ada," kata Yusri di gedung Bea Cukai, Jakarta Timur, Kamis (14/11).

Baca Juga: Satgas Para Raider 432 Salurkan Bantuan KSAD untuk Guru dan Siswa di Distrik

Lebih lanjut Yusri memastikan pihaknya secepatnya akan menyelesaikan pemeriksaan dan dilakukan secara marathon.

"Secepatnya, karena ini marathon, jadi terus menerus Komdam 1 untuk melakukan pemeriksaan secara terus menerus," kata Yusri.

Sebelumnya, Yusri mengatakan pihaknya telah mengamankan 45 prajurit terkait dugaan penyerangan warga ini.

Baca Juga: Terungkap, Oknum Prajurit TNI Judol Dipidana Karena Gunakan Uang Satuan

“Jadi kemarin Panglima TNI juga sudah menyampaikan bahwa perkara tersebut sudah ditangani oleh Pomdam 1 Bukit Barisan, jadi dari Pomdam sekarang ini sudah mengamankan hampir sekitar 45 orang,” kata Yusri saat apel gelar pasukan penegakkan hukum TA 2024 di Mabes, Cilangkap, Rabu, (13/11).

Lebih lanjut katanya dalam pemeriksaan 45 prajurit ini akan dipilah-pilah mana terlibat langsung, provokator, atau yang hanya sekedar ikut-ikutan.

“Nanti dari 45 orang ini akan dipilah-pilah karena kan tidak mungkin 45 orang ini akan ikut, jadi nanti akan dipilah-pilah mana yang terlibat langsung dalam kegiatan kejadian penganiayaan tersebut, kemudian ada yang mungkin yang provokatornya atau mungkin ada yang sekedar ikut-ikut jadi sudah ditangani oleh Pomdam 1 Bukit Barisan,” jelas Yusri. (rr)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.