TNI Minta Warga Lapor Jika Ada Aktivitas Mencurigakan di Perbatasan RI-RDTL

Jakarta, IDM – TNI dari Satgas Yonif 741/GN meminta warga di perbatasan RI-RDTL melaporkan setiap aktivitas mencurigakan di sekitar perbatasan kepada aparat setempat dengan harapan setiap kegiatan negatif dapat dilaksanakan deteksi dini dan cegah dini.
Imbauan ini disampaikan saat Satgas Yonif 741/GN Pos Asulait mensosialisasi pengetahuan batas negara kepada masyarakat Dusun Asulait, Kecamatan Tasifeto Timur, Kabupaten Belu, Rabu (3/9).
Baca Juga: Perkuat Diplomasi, Dansatgas MTF XXVIII-P Kunjungi Markas Angkatan Laut Lebanon
Dilansir dari keterangan Penyonif 741, Danpos Asulait, Sertu Niko Setiawan pada kesempatan tersebut juga memberikan penjelasan mengenai pentingnya memahami garis batas negara yang sah, mengenali patok batas, serta aturan hukum yang berlaku bagi siapa saja yang melakukan pelanggaran lintas batas.
Ia menekankan bahwa pelanggaran batas negara meski tidak disengaja, dapat menimbulkan konsekuensi hukum dan merugikan masyarakat sendiri.
Baca Juga: Satgas Kizi Minusca XXXVII-K Rancang Fasilitas Strategis untuk Misi Perdamaian di Afrika Tengah
Masyarakat menyambut baik sosialisasi ini dan mengucapkan terima kasih dan apresiasi atas kegiatan ini. Mereka mengaku semakin tahu aturan tentang batas negara dan lebih berhati-hati dalam beraktivitas di perbatasan termasuk mengantisipasi terjadinya gesekan antar masyarakat di perbatasan kedua negara. (rr)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































