HANKAM

TNI Minta Masyarakat Papua Laporkan Prajurit yang Langgar Aturan

Ilustrasi prajurit TNI kegiatan Komsos di Papua.
Ilustrasi prajurit TNI. (Foto: Dok. IDM/Faisal Ramadhan)

Jakarta, IDM – Kepala Staf Kodam (Kasdam) XVII/Cenderawasih Brigjen TNI Thevi A Zebua meminta masyarakat Papua melaporkan jika ada prajurit yang melanggar aturan atau bertindak di luar tugasnya agar dapat diproses sesuai hukum yang berlaku.

Hal ini dikatakannya saat bersafari ibadah Minggu di Gereja-gereja di wilayah Jayapura. Ini merupakan bagian dari komitmennya yang selalu mengedepankan pendekatan agama untuk menciptakan kedamaian, sekaligus untuk mempererat hubungan antara TNI dan masyarakat di Tanah Papua.

Baca Juga: Kapten Laut Pandu, Lulusan Terbaik dari Program Beasiswa Magister di London

"Tentara Nasional Indonesia berasal dari rakyat dan untuk rakyat. Kami bertugas menjaga keamanan serta memberikan ketenangan agar masyarakat bisa menjalankan aktivitas sehari-hari dengan nyaman," ujarnya seperti dikutip keterangan Pendam XVII/Cenderawasih, Senin, (3/2).

Lebih lanjut Jenderal yang sebelumnya menjabat sebagai Komandan Rindam XVII/Cenderawasih menerangkan tugas utama TNI adalah menjaga keamanan, kedamaian dan ketertiban, sedangkan Kodam XVII/Cenderawasih yang merupakan bagian dari TNI mendapat amanah untuk menjaga keamanan dan ketertiban di Papua. Oleh karenanya TNI dan Polri memiliki tanggung jawab besar dalam memberikan perlindungan serta menciptakan rasa aman bagi masyarakat.

Baca Juga: Pasukan Pemukul Reaksi Cepat TNI, Siap Siaga Menjaga NKRI

Selanjutnya, Brigjen Thevi mengajak seluruh masyarakat untuk terus menjaga ketertiban dan persatuan demi kesejahteraan bersama.

"Kita semua memiliki tanggung jawab untuk menjaga Papua tetap damai. Jika sebuah daerah dipenuhi konflik dan kekacauan, maka kesejahteraan akan sulit tercapai. Sebaliknya, jika kita hidup dalam suasana aman, maka pembangunan dan kesejahteraan masyarakat akan semakin meningkat," kata Thevi. (rr)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.