HANKAM

TNI Menata Makam Raja Aceh yang Berserakan, Usia Nisan dari Abad ke-15

Kodim 0102/Pidie.
TNI dari Koramil Muara Tiga, Kodim 0102/Pidie menata situs pemakaman Raja Nagari Bihari di Gampong Tuha Biheu, Kecamatan Muara Tiga, Kabupaten Pidie. (Foto: Dok. Pendam IM)

Jakarta, IDM – TNI dari Koramil Muara Tiga, Kodim 0102/Pidie menata situs pemakaman Raja Nagari Bihari di Gampong Tuha Biheu, Kecamatan Muara Tiga, Kabupaten Pidie.

Dilansir dari keterangan Pendam Iskandar Muda (IM), Senin (7/7) para prajurit ini bahu-membahu mengangkat batu-batu nisan kuno yang berserakan sampai ke dalam jurang. Mereka dibantu perangkat gampong dan masyarakat Tuha Peut Biheu.

Baca Juga: Kontingen Patriot Indonesia II Berangkat ke Bastille Day 2025 Prancis, Menhan Sjafrie: Ini Sebuah Kehormatan

"Beberapa nisan batu kuno, yang diyakini berasal dari masa Kerajaan Lamuri abad ke-15 Masehi, sebelumnya ditemukan dalam kondisi berserakan bahkan dibuang ke dalam jurang yang berada di sekitar kompleks pemakaman," bunyi keterangan tersebut.

Dijelaskan pula, berdasarkan data paleografi, salah satu batu nisan di kompleks makam memuat inskripsi yang menyebutkan bahwa Raja Nagari Bihari memiliki hubungan diplomatik dengan penguasa Kerajaan Lamuri. Kawasan tersebut pada masa lampau merupakan kota pelabuhan penting, yang dibuktikan dengan temuan fragmen tembikar dan keramik kuno di sekitar area pemakaman.

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya penyelamatan situs sejarah, yang telah berulang kali mengalami perusakan oleh oknum tak bertanggung jawab.

Baca Juga: TNI AD dan Tentara Diraja Malaysia Akan Gelar Latma Malindo 2025

Kompleks makam Raja Nagari Bihari pertama kali ditata pada tahun 2019 oleh Masyarakat Peduli Sejarah Aceh (Mapesa) bekerja sama dengan Center for Information of Sumatra-Pasai Heritage (CISAH), Museum Pedir, dan masyarakat setempat.

Setelah dua kali mengalami kerusakan, penataan dilaksanakan lagi pada tahun 2023, dan melibatkan Kahubdam Iskandar Muda beserta staf. Dan kali ketiga, tindakan vandalisme kembali terjadi, menyebabkan nisan-nisan rusak dan dibuang ke jurang. (rr)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.