HANKAM

TNI Masih Lakukan Penelusuran Terkait Prajurit Lolos Rekruitmen tapi Tersandung Perkara Hukum

Kolonel Inf Widi Rahman
Kepala Penerangan Kodam IX/Udayana, Kolonel Inf Widi Rahman. (Foto: Dok. Kodam IX/Udayana)

Jakarta, IDM – TNI AD dari Kodam IX/Udayana memberikan klarifikasi terkait informasi yang beredar di media sosial bahwa salah satu prajuritnya yang lolos rekruitmen TNI AD dan sudah dilantik namun sebelumnya diduga tersangkut perkara hukum.

Informasi ini viral usai dimuat salah satu media online, pria tersebut berinisial ADO dan berasal dari Larantuka, Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Baca Juga: Ratusan Prajurit TNI AD yang Gugur dan Cacat Terima Santunan Rumah

Dilansir dari keterangan Penkodam IX/Udayana, Kamis (5/3), Kepala Penerangan Kodam IX/Udayana, Kolonel Inf Widi Rahman menyampaikan bahwa saat ini pihaknya tengah melakukan penelusuran dan pendalaman terhadap seluruh informasi tersebut.

“Kami sedang melakukan pengecekan dan pendalaman terhadap data serta informasi yang beredar, termasuk berkoordinasi dengan aparat penegak hukum terkait guna memperoleh fakta yang lengkap dan akurat,” kata Widi.

Ia memastikan bahwa TNI AD memiliki komitmen yang sangat kuat terhadap penegakan hukum, disiplin, serta integritas moral prajurit. Setiap prajurit TNI AD wajib menjunjung tinggi hukum negara dan nilai-nilai keprajuritan, sehingga tidak ada toleransi terhadap segala bentuk pelanggaran hukum, terlebih yang berkaitan dengan tindak pidana serius.

Baca Juga: Gelar Latihan Menembak Pistol, Pangdivif 3 Kostrad: Naluri Tempur Harus Tetap Hidup

Lebih lanjut ia menjelaskan bahwa proses rekrutmen prajurit TNI AD dilaksanakan secara ketat, transparan, dan berlapis. Tahapan seleksi meliputi pemeriksaan administrasi, kesehatan, psikologi, kesamaptaan jasmani, serta penelusuran latar belakang calon prajurit sesuai ketentuan yang berlaku.

“Perlu dipahami bahwa apabila dalam proses tersebut terdapat informasi hukum yang belum terdeteksi atau tidak dilaporkan oleh pihak yang bersangkutan, maka hal tersebut akan menjadi bagian dari evaluasi dan penelusuran lebih lanjut,” jelasnya. (rr)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.