TNI Kerja Sama Dengan Kerajaan Arab Saudi Dalami Ancaman Bom Pesawat Saudi Airlines

Jakarta, IDM – TNI berkoordinasi dengan Kerajaan Arab Saudi untuk mendalami ancaman bom pesawat Arab Saudi, Saudi Airlines atau Saudia.
Diketahui, dua pesawat Saudi Airlines yang membawa jemaah haji Indonesia mendapat ancaman bom pada waktu berbeda sehingga mendarat darurat di Bandar Udara (Bandara) Kualanamu, Deli Serdang, Sumatera Utara, Selasa (17/6) dan Sabtu (21/6).
Baca Juga: Cara Jihandak TNI AD Sterilisasi Ancaman Bom di Pesawat Saudi Arabian Airlines
Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI Mayjen Kristomei Sianturi mengatakan bahwa
TNI akan selalu hadir dan sigap dalam menghadapi situasi darurat demi menjamin keselamatan rakyat dan menjaga stabilitas nasional. Sinergi dan kerja sama cepat antar-instansi menjadi kunci dalam merespons ancaman bom.
“TNI juga akan terus berkoordinasi dan akan menjalin kerja sama pengamanan dengan otoritas keamanan Kerajaan Arab Saudi untuk mendalami insiden ini demi menjamin keamanan penerbangan internasional di masa yang akan datang,” ujar Kristomei dalam keterangan tertulisnya, dikutip Senin (23/6).
TNI mengerahkan Komando Pasukan Gerak Cepat (Kopasgat) TNI Angkatan Udara hingga Tim Jihandak dari Batalyon Zeni Tempur (Yonzipur) 1/DD untuk menangani pengamanan pesawat Saudi Airlines SV5276 rute Jeddah–Jakarta yang mendarat darurat di Bandara Kualanamu, Selasa (17/6).
Empat hari kemudian, TNI juga mengerahkan Tim Jihandak Kodam 1/Bukit Barisan menangani Saudi Airlines SV 5688 rute Jeddah-Muscat-Surabaya yang mendarat darurat di Bandara Kualanamu.
Baca Juga: JCET Teak Iron 2025 Berakhir, Satbravo 90 Kopasgat-US AFSOC Tingkatkan Kapasitas Tempur
Kegiatan pengamanan itu merupakan salah satu tugas pokok TNI dalam Operasi Militer Selain Perang (OMSP), yakni mengatasi aksi terorisme, sebagaimana diatur dalam Pasal 7 ayat (2) huruf b angka 3 Undang-Undang Nomor 3 tahun 2025 tentang perubahan atas Undang-Undang Nomor 34 Tahun 2004 tentang TNI.
“Ini adalah wujud nyata kehadiran negara dalam situasi darurat demi melindungi rakyat,”tutur Kapuspen TNI. (nma)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































