HANKAM

TNI Kerahkan Pati dan Pamen untuk Dijadikan Penyuluh Penanganan Karhutla di Kalbar hingga Riau

Prajurit Pati dan Pamen
TNI mengerahkan personel untuk dijadikan penyuluh penanganan karhutla. (Foto: Dok. Puspen TNI)

Jakarta, IDM – TNI mengerahkan personel untuk dijadikan penyuluh penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di berbagai wilayah di Indonesia. Para personel TNI dikerahkan sebagai penyuluh ke sejumlah wilayah yang membutuhkan dukungan penanganan karhutla.

Pengerahan dilakukan secara bertahap melalui pergeseran pasukan (serpas) udara dari Pangkalan TNI Angkatan Udara (Lanud) Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, sejak 24 hingga 27 Agustus 2026.

Baca Juga: Sisir Wilayah Terisolir Pascabencana NTT, TNI AL Kerahkan KRI Hiu hingga 2 Helikopter

Personel yang dikerahkan berjumlah 583 prajurit, terdiri dari 50 perwira tinggi (pati) dan 533 perwira menengah (pamen) yang berasal dari unsur TNI Angkatan Darat, TNI Angkatan Laut, TNI Angkatan Udara, dan Markas Besar (Mabes) TNI.

“Mereka akan mendukung kegiatan penyuluhan dan edukasi kepada masyarakat sebagai bagian dari upaya pencegahan dan penanganan karhutla,” kata Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI Mayjen Muhammad Nas dalam keterangannya, dikutip Jumat (28/8).

Prajurit Pati dan Pamen
Personel yang dikerahkan berjumlah 583 prajurit, terdiri dari 50 perwira tinggi (pati) dan 533 perwira menengah (pamen). (Foto: Dok. Puspen TNI)

Para personel diberangkatkan menuju sejumlah wilayah yang mengalami karhutla, antara lain Kalimantan Barat, Sumatra Selatan, Lampung, hingga Pekanbaru, Riau.

“Pengerahan tersebut merupakan bentuk dukungan TNI terhadap upaya pemerintah dalam mengantisipasi dan menangani karhutla secara terpadu,” ucap Nas.

Baca Juga: Kemhan Pastikan RI Belum Teken Kontrak Pengadaan Jet Tempur F-15 Eagle dari AS

Melalui kehadiran personel di lapangan, TNI berkomitmen memperkuat langkah preventif melalui edukasi dan penyuluhan kepada masyarakat.

“Sinergi antara TNI, pemerintah daerah, instansi terkait, dan masyarakat diharapkan dapat mencegah meluasnya karhutla serta menjaga lingkungan dan keselamatan masyarakat,” kata Nas.

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.