HANKAM

TNI Kaji Arah Kebijakan Pertahanan, Bahas Aspek Militer hingga Arah Politik Negara

Pusat Pengkajian Strategis.
Pusat Pengkajian Strategis, Penelitian dan Pengembangan (Pusjianstralitbang) TNI mengkaji arah kebijakan pertananan negara dengan mengadakan konsultasi ahli dengan tema "Arah Kebijakan Pertahanan Negara Mendorong Percepatan Pembangunan Nasional". Kajian tersebut dibuka Kapusjianstralitbang TNI Marsda Jorry S Koloay di Auditorium Pusjianstralitbang TNI, Jakarta Pusat, Rabu (25/6). (Foto: Dok. Puspen TNI)

Jakarta, IDM – TNI lewat Pusat Pengkajian Strategis, Penelitian dan Pengembangan (Pusjianstralitbang) TNI mengkaji arah kebijakan pertananan negara dengan mengadakan konsultasi ahli dengan tema "Arah Kebijakan Pertahanan Negara Mendorong Percepatan Pembangunan Nasional".

Kajian tersebut dibuka langsung oleh Kapusjianstralitbang TNI Marsda Jorry S Koloay di Auditorium Pusjianstralitbang TNI, Jakarta Pusat, Rabu (25/6).

Baca Juga: KSAU Apresiasi Profesionalisme Prajurit TNI AU dalam Latihan Jalak Sakti dan Hardha Marutha I

Dalam sambutannya, Jorry menyampaikan latar belakang terselenggaranya kegiatan ini adalah mendukung visi besar Presiden RI dalam menyongsong Indonesia Emas 2045.

“Penyelenggaran kegiatan ini dilatar belakangi oleh pernyataan Bapak Presiden Prabowo Subianto dalam visi besarnya ke depan tahun 2025 sampai dengan 2029 yaitu bersama Indonesia Maju menuju Indonesia Emas 2045,” kata Jorry dalam siaran pers Pusat Penerangan (Puspen) TNI, Kamis (26/6).

Jorry menambahkan bahwa arah kebijakan pertahanan negara harus bersifat komprehensif dan holistik. “Dan tidak hanya pertahanan militer, tetapi juga pertahanan nonmiliter yang mempertimbangkan juga aspek politik negara baik dalam maupun luar negeri. Aspek human security, state security maupun international security hingga aspek tata kelola pemerintahan,” tutur dia.

Kegiatan tersebut dikemas dalam format simposium ilmiah model round table, yang dirancang untuk menggali beragam perspektif dari para pakar dan praktisi.

Baca Juga: KSAU Apresiasi Profesionalisme Prajurit TNI AU dalam Latihan Jalak Sakti dan Hardha Marutha I

Hadir sebagai narasumber utama antara lain: Penasehat Khusus Presiden (2024-2029) sekaligus mantan Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro, Guru Besar Fakultas Hukum Universitas Indonesia Hikmahanto Juwana, Dosen Hubungan Internsional Universitas Indonesia Edi Prasetyono, dan Staf Khusus Menteri Pertahanan Bidang Tata Negara Kris Wijoyo Soepandji.

Melalui forum tersebut, TNI berkomitmen terus menjadi bagian penting dalam menjaga stabilitas dan keamanan nasional, serta berkontribusi aktif dalam proses pembangunan menuju cita-cita besar Indonesia Emas 2045. (nma)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.