HANKAM

TNI Jalan Kaki 5 Hari untuk Ganti Bendera Merah Putih di Patok Batas

Prajurit TNI
Prajurit TNI dari Batalyon Infanteri 122/TS Pos Mosso berjalan lima hari untuk memantau sekaligus mengganti bendera merah putih di patok batas negara MM 2.1. (Foto: Pendam Cendrawasih)

Jakarta, IDM – Prajurit TNI dari Batalyon Infanteri 122/TS Pos Mosso berjalan lima hari untuk memantau sekaligus mengganti bendera merah putih di patok batas negara MM 2.1 yang berjarak kurang lebih 17 km dari Kampung Mosso, Distrik Muaratami, Kota Jayapura. Momen ini terjadi di hari HUT ke-79 RI, Sabtu (17/8/2024).

Prajurit TNI
(Foto: Pendam Cendrawasih)

"Kami memeriksa kondisi disekitar patok batas tersebut, perjalanan menuju patok batas negara MM 2.1 memakan waktu kurang lebih 5 hari lamanya, dengan melewati beberapa medan yang cukup berbahaya seperti menyebrang sungai, rawa dan juga gunung yang curam," kata Danpos Mosso Letda Inf Muhammad Thamrin Lubis dalam keterangannya dikutip, Senin, (19/8).

Baca Juga: Rife Kerebea, Orang Kepercayaan Egianus Kogoya Ditangkap di Momen HUT ke-79 RI

Dijelaskannya rintangan demi rintangan dilalui oleh personel Pos Mosso saat melaksanakan patroli menyusuri hutan untuk menjalankan tugas yang sebagaimana tugas pokok dalam Satgas pengamanan perbatasan.

Prajurit TNI
(Foto: Pendam Cendrawasih)

"Sampai di patok batas MM 2.1 serta melaksanakan pembersihan disekitar patok dan juga mengganti bendera yang sudah lusuh dengan yang baru, kemudian personel berjalan kembali menuju pos dengan tidak melupakan protap yang ada," kata Danpos.

Baca Juga: Momen Indobatt XXIII-R Rayakan RI di Tanah Lebanon

Tugas pokok Satgas Yonif 122/TS menjaga keutuhan wilayah perbatasan darat RI-PNG, dengan mengedepankan bidang pengamanan dengan melaksanakan pemeriksaan jalan lintas, patroli patok mengecek patok dan patroli jalur perlintasan ilegal untuk mencegah penyusupan dan penyeludupan barang ilegal. (rr)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.