HANKAM

TNI Jaga Ketat 11 Bandara Perintis di Papua, Ini Alasannya

Pangkogabwilhan III, Letjen TNI Bambang Trisnohadi
Pangkogabwilhan III, Letjen TNI Bambang Trisnohadi saat melaksanakan peninjauan langsung ke Lapter Manggelum, Distrik Manggelum, Kabupaten Boven Digoel, Papua Selatan, Senin (2/3). (Foto: Dok. Penkogabwilhan III)

Jakarta, IDM – Pangkogabwilhan III, Letjen TNI Bambang Trisnohadi memastikan TNI akan menjaga 11 lapangan terbang (Lapter) perintis di Papua.

Hal ini dikatakannya usai melaksanakan peninjauan langsung ke Lapter Manggelum, Distrik Manggelum, Kabupaten Boven Digoel, Papua Selatan, Senin (2/3).

Menurutnya kunjungan ini merupakan bagian dari langkah pengendalian situasi dan evaluasi lapangan atas penempatan pasukan TNI di 11 lapter perintis yang sebelumnya ditutup sementara sebagai langkah antisipatif demi keselamatan penerbangan. Penutupan dilakukan berdasarkan pertimbangan keamanan dan keselamatan penerbangan di wilayah terdampak.

Baca Juga: KSAD Soal BP Tabungan Wajib Perumahan: Semakin Baik, Hak Prajurit Terjamin

"Saat ini, seluruh lapter yang terdampak telah berada dalam pengamanan ketat unsur TNI. Personel melaksanakan pengamanan objek vital, patroli perimeter, serta pengawasan area sekitar bandara guna mencegah potensi gangguan keamanan," tulis Bambang dikutip keterangan Penkogabwilhan III, Selasa (3/3).

Ia menjelaskan bahwa unsur Kopasgat TNI AU juga turut mendukung operasional melalui pelaksanaan fungsi Air Traffic Control (ATC) untuk menjamin keselamatan dan kelancaran penerbangan.

"Secara umum, saat ini situasi di wilayah lapter Manggelum dan Koroway Batu dalam keadaan terkendali," kata Bambang.

Baca Juga: Reformasi Perang Gerilya, TNI Tiga Matra dan Strahan Kemhan Rumuskan Kerangka Komando Terpadu

Lebih lanjut ia meminta agar seluruh personel tetap meningkatkan kewaspadaan, menjaga profesionalisme, serta mengedepankan pendekatan persuasif kepada masyarakat setempat.

"Keberadaan TNI di bandara perintis bertujuan menjamin stabilitas keamanan sekaligus memastikan konektivitas udara sebagai sarana vital distribusi logistik, pelayanan kesehatan, pendidikan, dan mobilitas masyarakat pedalaman tetap berjalan," tutup Bambang. (rr)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.