TNI Gelar Razia Gabungan Sasar Prajurit TNI-Polri di Tempat Hiburan Malam

Jakarta, IDM – Puspom TNI menggelar razia gabungan dalam rangka Operasi Penegakan Ketertiban (Opsgaktib) dan Yustisi TA 2025. Kegiatan ini dipimpin oleh Kasatlak Gakkum Puspom TNI, Letkol Cpm Ahmad Barkah, dengan melibatkan personel Puspom TNI, Polisi Militer dari masing-masing matra, serta Propam Polri di Jakarta.
Dilansir keterangan Puspom TNI, Jumat, (28/2) operasi ini menyasar berbagai tempat hiburan masyarakat dengan fokus utama terhadap anggota TNI dan Polri. Razia ini bertujuan untuk menegakkan disiplin dan tata tertib, mencegah pelanggaran yang dapat mencoreng nama baik institusi, serta memastikan bahwa seluruh prajurit dan personel kepolisian tetap berpegang teguh pada nilai-nilai keprajuritan dan profesionalisme.
Baca Juga: Divif 2 Kostrad Gelar Panen Raya Padi dan Jagung di Kabupaten Malang dan Jember
Melalui kegiatan ini, diharapkan dapat meningkatkan kesadaran dan kepatuhan anggota TNI-Polri terhadap aturan yang berlaku serta memperkuat sinergi dalam menjaga citra positif di tengah masyarakat. (rr)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































