HANKAM

TNI Gelar Latma Bantuan Kemanusiaan dengan Australia, AS-Timor Leste Mengamati

Taufiq Arasj
TNI dan Australian Defence Force (ADF) menggelar latihan Bhakti Kanyini Ausindo 2025 yang dibuka Wakil Asisten Operasi (Waasops) Panglima TNI Marsma TNI Taufiq Arasj di Markas Seskoal. (Foto: Dok. Puspen TNI)

Jakarta, IDM – TNI dan Angkatan Bersenjata Australia atau Australian Defence Force (ADF) menggelar latihan bersama (latma) bersandi Latihan Bhakti Kanyini Ausindo 2025 yang dibuka Wakil Asisten Operasi (Waasops) Panglima TNI Marsma TNI Taufiq Arasj di Markas Seskoal, Cipulir, Jakarta Selatan, pada Senin (20/10).

Latihan digelar dalam memperkuat kerja sama pertahanan, khususnya di bidang bantuan kemanusiaan dan penanggulangan bencana.

Latihan berfokus pada peningkatan kemampuan Humanitarian Assistance and Disaster Relief (HADR), serta meningkatkan interoperabilitas antarlembaga militer dan sipil.

Baca Juga: Bersenjata Lengkap Rombongan Jenderal TNI AD Kunjungi Prajurit Satgas di Papua

Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI Mayjen (Mar) Freddy Ardianzah mengatakan, latihan akan berlangsung di Seskoal dan Bayah, Banten, hingga 30 Oktober mendatang.

“Latihan tersebut merupakan bagian dari High Level Committee (HLC) Ausindo yang telah disepakati antara TNI dan ADF (Australian Defence Force),” ujar Freddy kepada Indonesia Defense Magazine (IDM), Rabu (22/10).

TNI dan ADF
Latihan melibatkan unsur TNI, Basarnas, BPBD, serta negara sahabat Australia, Amerika Serikat, dan Timor Leste. (Foto: Dok. Puspen TNI)

Kapuspen TNI menambahkan, latihan bertujuan memperkuat interoperabilitas antara TNI dan instansi terkait seperti Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), serta ADF dalam tanggap daruratan penanggulangan bencana alam.

Baca Juga: Dukung Ketahanan Pangan Lokal, Lanud El Tari dan Dinas Pertanian NTT Panen Jagung dan Sayuran

“Latma ini juga tentunya mempererat kerja sama pertahanan antara Indonesia dan Australia,” tutur Freddy.

Latihan melibatkan unsur TNI, Basarnas, BPBD, serta negara sahabat Australia, Amerika Serikat, dan Timor Leste sebagai upaya memperkuat sinergi internasional dalam menghadapi ancaman non-militer dan bencana alam.

“Keterlibatan Amerika Serikat dan Timor Leste sebagai obsever (pengamat),” ucap Kapuspen TNI. (nma)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Prajurit Denjaka

Deretan Senjata Tempur Denjaka untuk Operasi Khusus Aspek Laut

Di balik nama Detasemen Jalamangkara (Denjaka), tersimpan daya gempur yang ditopang oleh persenjataan lintas platform. Satuan elite penanggulangan teror aspek laut TNI AL ini mengandalkan beragam senapan dan pistol khusus dari berbagai negara untuk menuntaskan misi di tri-matra.

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.