TNI: Evakuasi WNI dari Lebanon Masih Koordinasi dengan Force Commander UNIFIL

Jakarta, IDM – Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI, Mayjen TNI Hariyanto mengatakan evakuasi Warga Negara Indonesia (WNI) dari perbatasan Israel-Lebanon masih menunggu izin atau berkoordinasi dengan Force Commander UNIFIL.
"Untuk evakuasi pengungsi (WNI) yang berada di dekat perbatasan Israel harus seizin Force Commander UNIFIL," kata Hariyanto dihubungi Kamis, (26/9).
Baca Juga: TNI Pastikan Siap Tarik Satgas dari Lebanon Pascaserangan Israel
Sementara itu lanjutnya warga yang berada di daerah perkiraan basis Hizbullah telah dihimbau untuk segera melaksanakan pengungsian walaupun ada warga yang memang memilih tetap bertahan.
"Situasinya saat ini adalah serangan dari Israel mengarah di tiga wilayah yaitu Lebanon Selatan, Beqaa dan Beirut," kata Hariyanto.
Dilansir dari _ Antara_, Kamis, Direktur Pelindungan WNI dan BHI Kemlu RI Judha Nugraha mengatakan hingga saat ini masih terdapat 155 WNI yang tinggal di Lebanon. Mayoritas dari mereka adalah mahasiswa dan WNI yang menikah dengan warga setempat.
Baca Juga: Tinjau Gladi Demo Udara HUT ke-79 TNI, Kaskoopsudnas: Tunjukkan Penampilan Terbaik
KBRI Beirut sendiri telah menetapkan status Siaga 1 untuk WNI di seluruh wilayah Lebanon. Kemlu RI juga telah mengeluarkan anjuran perjalanan bagi WNI supaya menunda bepergian baik ke Lebanon dan Israel.
Di luar jumlah WNI yang tercatat itu, ada pula sekitar 1.000 prajurit TNI yang tergabung dalam UNIFIL di Lebanon. (rr)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































