TNI Dilarang Bawa Flora dan Fauna dari Papua

Jakarta, IDM – TNI yang usai bertugas di Papua dilarang membawa flora dan fauna yang dilindungi dari Papua. Hal ini ditegaskan Pangdam XVII/Cenderawasih Mayjen TNI Rudi Puruwito usai upacara pelepasan Satgas Pamtas Kewilayahan RI-PNG 641/BRU, bertempat di Venue Rugby Lanud Silas Papare, Distrik Sentani, Kabupaten Jayapura, Papua, Selasa (10/6).
"Kepada para prajurit untuk tidak membawa flora atau fauna yang dilindungi sebagai bentuk tanggung jawab TNI terhadap lingkungan," kata Rudi dikutip keterangan Pendam XVII/Cenderawasih, Selasa.
Baca Juga: TNI AD: Implementasi Pertahanan Darat Adalah Pertempuran dan Teritorial
Lebih lanjut pada kesempatan tersebut, Rudi juga menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasi atas segala "Darma Bakti" prajurit Yonif 641/BRU selama penugasan di Papua dan akan kembali ke home basenya di Kodam XII/Tanjungpura Kalimantan Barat.
“Kalian telah melaksanakan tugas mulia. Terima kasih atas pengabdian yang penuh ketulusan, atas upaya menciptakan rasa aman, membantu rakyat, dan menyukseskan pembangunan di tanah Papua,” kata Rudi.
Baca Juga: Penerbang Tempur Skadron 15 Lakukan Ferry Flight Jelang Latma dengan RTAF
Ia pun meminta para prajurit usai tugas operasi menjadikan pengalaman tugas saat ini, sebagai bekal dan motivasi ke depan.
Dalam rangkaian upacara, disematkan tanda kehormatan Satya Lencana Wira Dharma kepada perwakilan Satgas sebagai simbol penghargaan atas pengabdian penugasan di Tanah Papua. (rr)
Hankam

Deretan Senjata Tempur Denjaka untuk Operasi Khusus Aspek Laut
Di balik nama Detasemen Jalamangkara (Denjaka), tersimpan daya gempur yang ditopang oleh persenjataan lintas platform. Satuan elite penanggulangan teror aspek laut TNI AL ini mengandalkan beragam senapan dan pistol khusus dari berbagai negara untuk menuntaskan misi di tri-matra.
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































