TNI di Perbatasan Nunukan Sita Senjata Api Jenis Penabur dari Warga

Jakarta, IDM - Warga Desa Bambangan serahkan satu pucuk senjata rakitan kepada Satgas Yonarhanud 8/MBCAD (24) warga Desa Bambangan, Kecamatan Sebatik Barat, Kabupaten Nunukan secara sukarela menyerahkan sepucuk senjata rakitan laras panjang jenis penabur, beserta dua butir munisi yang dimilikinya.
Baca Juga: TNI AD dan UGM Kembangkan Inovasi Alat Deteksi Militer
Dilansir keterangan Puspen TNI, penyerahan senjata itu, diawali dengan komunikasi sosial (komsos) yang dilakukan oleh Danpos Bambangan Lettu Arh Bambang beserta anggotanya Praka Piping serta Babinsa Koramil 0911-07/SBB Serda Kahar ke rumah AD beberapa waktu lalu.
“Setelah mendapat informasi kepemilikan senjata, kita lakukan pendekatan, dan kita berikan beberapa pengarahan. Pendekatan kita lakukan secara persuasif,” ucap Lettu Arh Bambang.
Baca Juga: Mulai 1 Januari Gaji TNI dan Polri Naik
Ternyata pendekatan itupun berbuah manis. AD, pemilik senjata tersebut mendatangi Pos Satgas. Penyerahan senjata itu dilakukan secara sukarela. “Semua atas dasar keinginan dari pemilik, dan kami menyambut baik penyerahan senjata itu,” bebernya. (rr)
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































