TNI dan US Army Gelar Latihan Serangan Gabungan Darat, Ini Daftar Alutsista yang Dikerahkan

Jakarta, IDM – Personel TNI dan US Army atau Angkatan Darat Amerika Serikat (AS) menggelar latihan serangan gabungan darat atau land joint strike (LJS) di Baturaja, Sumatra Selatan, Senin (7/9). Latihan ini masih dalam rangkaian Super Garuda Shield (SGS) 2026.
Baca Juga: TNI AU-RSAF Bakal Gelar Latihan Manyar Indopura, Dua Chinook Mendarat di Pekanbaru
Latihan serangan gabungan darat ini memanfaatkan teknologi militer modern dengan sistem komunikasi dan rantai komando yang sistematis.
Siaran pers Pusat Penerangan TNI menulis, para personel mengkoordinasikan serangan di berbagai medan tempur secara real time. Latihan melibatkan 4.743 personel.

Dalam latihan kali ini, TNI menggelar sejumlah alat utama sistem persenjataan (alutsista), antara lain Astros, MLS Vampire, jet tempur F-16, dan helikopter AH-64E Apache. Sementara itu, US Army menerjunkan Himars dan helikopter AH-64E Apache.
Baca Juga: Menhan Sjafrie Bakal ke Qatar Bahas Tindak Lanjut Kerja Sama Pertahanan
Komandan Kodiklat TNI Letjen Mohamad Naudi Nurdika selaku Direktur Latihan (Dirlat) Latgabma SGS 2026 meninjau langsung latihan tersebut dari Pos Tinjau T12 Pusat Latihan Tempur (Puslatpur) Kodiklat TNI AD, Baturaja.
Hankam

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD
TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Teknologi

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia
Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.
In Frame

History

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat
Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.







































































