HANKAM

TNI dan Militer se-ASEAN Bahas Dampak Pandemi Covid-19 dan Tantangan Biosiber

ACMMC.
TNI dan perwakilan militer se-Asia Tenggara membahas berbagai kerja sama kesehatan dalam acara ASEAN Chiefs of Military Medicine Conference (ACMMC) yang dimulai di Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta, pada Senin (30/6). Kepala Staf Umum (Kasum) TNI Letjen Richard Tampubolon yang mewakili Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto menyambut para pimpinan dan delegasi. (Foto: Dok. Puspen TNI)

Jakarta, IDM – TNI dan perwakilan militer se-Asia Tenggara membahas berbagai kerja sama kesehatan dalam acara "ASEAN Chiefs of Military Medicine Conference" (ACMMC) yang dimulai pada Senin (30/6).

ACMMC ke-12 yang diadakan di Jakarta ini memberikan kesempatan bagi para delegasi untuk membahas dua isu utama.

Rilis Pusat Penerangan (Puspen) Senin (30/6) menyatakan, isu pertama adalah mengevaluasi pandemi Covid-19 dan dampaknya di seluruh kawasan ASEAN.

Baca Juga: Sembilan Materi Pelatihan Akan Diberikan di Super Garuda Shield 2025, Ada Penanggulangan Ancaman Siber

Kedua, bagaimana ASEAN menanggapi tantangan yang muncul akibat risiko biosiber yang mungkin timbul dari teknologi yang terus berkembang.

Kepala Staf Umum (Kasum) TNI Letjen Richard Tampubolon yang mewakili Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto menyambut para pimpinan dan delegasi bidang kesehatan negara-negara peserta di Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta.

ACMMC.
(Foto: Dok. Puspen TNI)

Lewat sambutan tertulisnya, Panglima TNI mengatakan bahwa suatu kehormatan bagi TNI, khususnya Mabes TNI, menjadi tuan rumah bagi forum yang sangat strategis.

ACMMC.
(Foto: Dok. Puspen TNI)

“ACMMC tidak hanya menjadi ajang dialog dan kolaborasi, tetapi juga sebagai cerminan komitmen bersama untuk memperkuat kerja sama militer di bidang kesehatan,” kata Agus dalam sambutan yang dibacakan Richard.

Baca Juga: Marinir Cek Kesiapan Personel dan Material Jelang Pengukuhan Bintang Tiga Dankormar

Lebih lanjut, forum ACMMC sebagai respons terhadap tantangan global dan regional yang semakin kompleks, termasuk bencana alam, krisis kemanusiaan, dan ancaman penyakit menular yang dapat meningkat menjadi wabah atau pandemi.

ACMMC atau Konferensi Kepala Kedokteran Militer ASEAN telah menunjukkan pentingnya kolaborasi regional dalam membangun kapasitas medis militer sejak dimulai tahun 2010. Negara anggota ASEAN bersama dengan satu negara pengamat dan PBB bekerja sama mengembangkan sistem yang lebih responsif dan adaptif pada saat darurat.

Adapun negara peserta ACMMC kali ini antara lain Malaysia, Kamboja, Thailand, Vietnam, Filipina, Singapura, Laos, Myanmar, Brunei Darussalam, Timor Leste, dan Indonesia. (nma)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.