HANKAM

TNI dan Militer Australia Mantapkan Persiapan Jelang Pendaratan Amfibi di Situbondo, Tim Pengintai ADF Dilibatkan

Personel TNI dan ADF
Personel TNI dan ADF memantapkan persiapan pendaratan amfibi dalam Keris Woomera 2026. (Foto: Dok. Puspen TNI)

Jakarta, IDM – TNI dan Angkatan Bersenjata Australia atau Australian Defence Force (ADF) memantapkan persiapan jelang pendaratan amfibi dalam rangka Latihan Gabungan Bersama (Latgabma) Keris Woomera 2026.

Pemantapan itu dilaksanakan di Pantai Banongan, Situbondo, Jawa Timur, Rabu (14/10). Rencananya, demonstrasi gabungan pendaratan amfibi akan digelar di lokasi yang sama, Kamis (15/10).

Skema pendaratan amfibi akan melibatkan prajurit Komando Pasukan Katak (Kopaska), Intai Amfibi (Taifib), dan Marinir TNI AL serta tim pengintai ADF, dengan dukungan alat utama sistem persenjataan (alutsista) pesawat Super Tucano TNI AU dan PC-21 ADF.

Baca Juga: Evakuasi Medis Udara “Hot & Cold” Dipraktikkan dalam Keris Woomera 2026, Ini Penjelasannya

Mengutip siaran pers Pusat Penerangan TNI, latihan diawali dengan infiltrasi tim Kopaska, Taifib, dan pengintai ADF dari kapal pendarat HMAS Choules melalui penyelaman bawah air dan renang taktis. Tim tersebut kemudian membersihkan ranjau dan mengamankan pantai pendaratan.

Personel TNI dan ADF
Skema pendaratan amfibi akan melibatkan prajurit Kopaska, Taifib, dan Marinir TNI AL serta tim pengintai ADF. (Foto: Dok. Puspen TNI)

Setelah simulasi bantuan udara atau close air support (CAS) oleh Super Tucano dan PC-21, pasukan Marinir dan ADF mendarat dalam tiga gelombang menggunakan perahu karet, kapal pendarat, serta ponton pengangkut kendaraan. Pasukan selanjutnya merebut sasaran A dan B, lalu melaksanakan konsolidasi.

Puspen TNI menyatakan, latihan ini menjadi momentum bagi TNI dan ADF untuk menyelaraskan prosedur taktis serta koordinasi unsur laut, darat, dan udara sebelum demonstrasi.

Baca Juga: Dansesko Pimpin Program Kerja Sama Opsgab TNI untuk Perkuat Interoperabilitas

Diketahui, Latgabma Keris Woomera 2026 resmi dibuka oleh Komandan Pusat Latihan (Danpuslat) Kodiklat TNI Marsekal Pertama Ramot Christian Parlindungan Sinaga bersama Atase Pertahanan Australia untuk Indonesia Brigadier General Micah Batt di geladak HMAS Choules, Pelabuhan Tanjung Wangi, Banyuwangi, Jawa Timur, Senin (12/10). Latihan digelar di Situbondo dan Manado, hingga 20 Oktober 2026.

Keris Woomera kali ini melibatkan 2.235 personel dari kedua negara, dengan rincian 1.000 personel ADF dan 1.235 personel TNI. Militer Australia mengerahkan tiga kapal perang, antara lain kapal pendarat HMAS Choules, fregat HMAS Perth, dan kapal tanker HMAS Stalwart.

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.