HANKAM

TNI dan Angkatan Bersenjata Kanada Sepakat Tingkatkan Kerja Sama

Penandatanganan MoU
Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto, Kepala Staf Pertahanan Jenderal Jennie Carignan, dan Duta Besar Kanada untuk Republik Indonesia Y.M. Jess Dutton saat menandatangani MoU di Mabes TNI. (Foto: Dok. Kedutaan besar Kanada untuk Republik Indonesia)

Jakarta, IDM – TNI dan Angkatan Bersenjata Kanada sepakat untuk meningkatkan kolaborasi dan kerja sama di sejumlah bidang, mulai dari keamanan maritim, latihan bilateral dan multilateral, serta pengembangan kapasitas.

Kesepakatan itu terwujud melalui penandatangan Nota Kesepahaman (MoU) Kerja Sama Militer antara Kepala Staf Pertahanan, Jenderal Jennie Carignan dan Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto di Mabes TNI, Senin (25/8).

Baca Juga: Tongkat Komando Berganti, Yonif 432 Miliki Danyon Baru

Jenderal Carignan menegaskan, kesepakatan ini merupakan bagian dari realisasi Strategi Indo-Pasifik yang dicanangkan oleh Kanada, yang menekankan peningkatan kerja sama pertahanan serta keamanan dengan negara-negara anggota ASEAN.

“Memformalkan kerja sama militer kami dengan salah satu mitra kunci di Indo Pasifik seperti Indonesia sangat penting untuk memperkuat kemampuan Kanada dalam mendorong perdamaian dan stabilitas di kawasan,” ungkap Carignan dikutip dari siaran pers Kedutaan Besar Kanada yang diterima redaksi Indonesia Defense Magazine, Selasa (26/8).

Penyambutan Kepala Staf Pertahanan Jenderal Jennie Carignan
Penyambutan Kepala Staf Pertahanan Jenderal Jennie Carignan di Mabes TNI. (Foto: Dok. Kedutaan besar Kanada untuk Republik Indonesia)

“Dengan meningkatkan interoperabilitas kami dengan Tentara Nasional Indonesia, kami memastikan bahwa Angkatan Bersenjata Kanada tetap siap untuk menegakkan hukum internasional dan mempertahankan kedaulatan Kanada,” sambung dia.

Baca Juga: 23 Perwira Tinggi TNI AD Naik Pangkat, Ini Daftar Lengkapnya

Pada kesempatan yang sama, Duta Besar Kanada untuk Republik Indonesia Y.M. Jess Dutton menyebut kerja sama ini menjadi tonggak sejarah sekaligus komitmen bersama dalam memperkuat kemanan maritim, stabilitas regional, dan pengembangan kapasitas.

“Dipandu oleh Strategi Indo-Pasifik Kanada, kami akan terus bekerja sama erat dengan Indonesia dan mitra-mitra ASEAN untuk memperkuat perdamaian, keamanan, dan ketahanan di seluruh kawasan ini,” kata Dutton. (yas)

PERTAHANAN NASIONAL

Hankam

LIHAT SEMUA
Helikopter Mi 17V5

Nama Dua Prajurit yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter TNI AD

TNI Angkatan Darat memberikan keterangan terbaru terkait kecelakaan Helikopter Mi 17V5 saat melaksanakan operasi pemadaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

INOVASI & ALUTSISTA

Teknologi

LIHAT SEMUA
Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Canggih! Robot Lidik Denzinubika Siap Hadapi Ancaman Nuklir dan Kimia

Detasemen Zeni Nuklir, Biologi, dan Kimia (Denzinubika) memperkuat kapabilitas operasionalnya dengan menggelar uji fungsi Robot Lidik Nubika di Bogor. Kehadiran teknologi robotik modern ini disiapkan untuk mendukung penyelidikan berisiko tinggi sekaligus meminimalkan ancaman di lapangan.

VISUAL DISPATCH

In Frame

LIHAT SEMUA
ARSIP & SEJARAH

History

LIHAT SEMUA
Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Kisah Ilyushin Il-28T ALRI, Pesawat Pembom Torpedo yang Ditakuti Blok Barat

Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) pernah mengoperasikan armada udara pemusnah yang ditakuti kekuatan militer barat. Di tengah berkecamuknya dinamika pertahanan dekade 1960-an, barisan jet pembom buatan Uni Soviet disiagakan untuk menjaga kedaulatan maritim nasional dari ancaman kapal perang musuh.